Latest Post


“maka, nikmat Tuhan mana lagikah yang kau dustai?” (QS. Ar-Rahman [55]: 55 )

Alhamdulillah…
Rasanya ingin saja berteriak mengucapkan rasa syukur Alhamdulillah, tiada nikmat lain yang begitu indah ketika datangnya sang fajar dapat menghirup udara dengan hati yang riang.
27 Januari 2013, tiada yang dapat diungkapkan saat usia 20 tahun, hidup sebagai orang dewasa sulit rasanya, hal itu  menjadi momok yang menakutkat bagi ku sejak dulu. Dapatkah aku mengulang masa kecilku saat 17 tahun yang lalu, aku masih sibuk dengan boneka susan, dan tedy bear kesayangan ku atau melompat diatas kasur bersama kakak, atau sesekali membuka dan menutup pelan-pelan untuk sekedar ingin mengetahui bagaimana keadaan kulkas saat lampunya tidak menyala? Rasanya ingin sekali aku melakukan hal yang sama seperti waktu itu, lepas, bebas, tulus, dan tanpa beban.
Itulah hidup, hidup di dunia bukanlah sebuah pilihan, ya bukan sebuah pilihan. Allah sudah menggariskan kehidupan seorang manusia, dan kita sebagai umatnya hanya menjalankan apa yang telah Allah tetapkan untuk kita, untuk menjalankan skenario yang telah Allah buat, seperti sebuah lingkaran yang tidak memiliki sudut untuk dapat keluar dan kita berada didalam lingkaran itu, apabila kita tidak mengikuti yang telah Allah tetapkan, itu artinya kita mengingkariNya.
Usia 20 tahun, bulan januari adalah bulan yang penuh dengan berkah, karena bukan hanya aku yang berulang tahun, ada ayah dan teman juga berulang tahun tepat pada tanggal 27 januari seperti ku.  Akhir bulan menjadi sebuah awal cerita yang baik. Pada Bulan Februari alhamdulillah aku ayah dan ibu pergi ke pekanbaru untuk menghadiri pernikahan bang Wafi, oh iya pada bulan januari sebelumnya aku dan ibu juga turut hadir dipernikahan kak Mila, ya kami hanya berdua menggunakan travel, namun itu menjadi pengalaman pertama ku melihat pekanbaru.  Perjalanan menuju pekanbaru saat pernikahan bang Wafi penuh dengan rintangan, swift tangguh menjaga aku, ayah dan ibu dalam perjalanan. Tidak hanya ke pekanbaru kami melanjutkan perjalanan juga ke bukittinggi dan kemudian kembali ke Jambi.
Bulan Maret, saya dan anggota BEM Fakultas Hukum disibukkan dengan beberapa program kerja (proker) dan salah satu proker, saya dipercaya sebagai ketua pelaksana untuk program LKTI, itu menjadi kabar buruk sepertinya, anggota yang minim membuat kami harus bekerja keras agar tercapainya tujuan, dan Alhamdulillah proker itu berjalan dengan baik walaupun masih terdapat kekurangan didalamnya. Tidak hanya disibukkan dengan proker BEM, saya juga mempersiapkan untuk berangkat Umroh bersama ibu dan nenek. 24 maret 2013, kami berangkat ke Jakarta, penuh dengan rasa haru perjalanan yang ditunggu-tungu oleh ibu dan nenek Alhamdulillah dapat terwujud. Banyak hikmah yang saya dapatkan selama di mekah, pengalaman yang begitu bernilai tak kan terbayar oleh sebongkah emas. :’)
(lihat cerita “umroh usia muda”)
Setiap bulan penuh berkah.  Pada Bulan April,  Alhamdulillah Setelah sepulang dari mekah Niki mendapat kabar baik dari padang, bahwa karya tulis kelompok  lulus untuk masuk ke tahap presentasi di padang. Saya, Eca, dan Niki berangkat menuju padang (UNAND) untuk mengikuti tahapan lomba enterpraneur. TEKO AWO. Ada yang pernah mendengar nama tersebut? Nama itu adalah karya kami untuk dipresentasikan. TEKO AWO berasal dari daerah Niki (kerinci), TEKO yaitu singkatan yang diambil dari TEh KOpi,  mungkin terasa asing ditelinga tetapi, spertinya tidak asing ditelinga masyarakat kerinci. Minuman teh daun kopi merupakan minuman tradisional daerah kerinci, minuman tersebut semakin lama memang  jarang terdengar,  secara tradisional penyajiannya menggunakan mangkok batok kelapa, yang kemudian kami sajikan dengan lebih modern dan praktis. Tidak apa, kemenangan bukanlah menjadi tujuan kami, namun pengalaman yang begitu luar biasalah yang menjadikan hidup lebih berwarna.
Masuk Pada Bulan Mei, dapat kabar bahwa saya lulus di Forum Indonesia Muda, subhanallah… waktu yang dinanti akhirnya datang juga, FIM yang akan diadakan di Bukittinggi ini dilaksanakan pada awal juni, saya berangkat pada tanggal 31 Mei 2013. Kenikmatan yang sangat luar biasa ketika bertemu dengan pemuda-pemuda hebat seluruh Indonesia berkumpul dalam satu forum, tidak terbayang sebelumnya doa yang cepat dikabulkan oleh Allah,, thanks to Allah..
Pada Bulan Juni, TIM Apik KPK mengadakan pertemuan di Jakarta untuk bertemu dengan anggota di beberapa titik kota di Indonesia, mengirim tiga perwakilan dari setiap kota untuk menghadiri pertemuan tersebut. Dengan hasil keputusan yang akan berangkat ke Jakarta adalah Ibu Yulia, Bpk Windarto, dan Haryani (saya). Kami menuju kota metropolitan dengan mengucapkan basmalah, disana juga bertemu teman-teman Apik KPK yang baik dan ramah tak jarang kami bertukar pengalaman seputar rekam sidang, dan sharing mengenai kuliah.
Pada Bulan Juli, hari yang ditunggu ketika semua umat manusia di dunia memiliki kesempatan yang sama memperbanyak ibadah di bulan ramadhan, bulan yang dinanti umat muslim ini saya juga mengisi aktifitas-aktifitas bersama keluarga KITA, kami mengujungi panti Madinatul Aitam untuk dapat buka bersama dengan adik-adik.
Pada Bulan Agustus, memasuki awal bulan agustus Alhamdulillah puasa masih tetap berjalan hingga hari kemenangan itu tiba. Daaaaannnn Lebaran tiba!!!!  walaupun tidak dapat berkumpul dengan keluarga besar di Bukittinggi namun, terbalaskan dengan sahabat dan kerabat yang berkunjung kerumah untuk berbagi kebahagiaan bersama, hingga pada akhir bulan agustus kami (Sahabat Ilmu Jambi) merayakan hari Milad SIJ ke-2 dipanti Al-Kautsar. Dan selamat untuk sahabat saya Rara menjadi relawan of the year..terus berkontribusi dan melakukan perubahan!!!GANBATTE!!  ^_^.
Pada Bulan September, sebagai puncak ujianku disini, ada tangis bahagia dan kecewa, yuk baca terus.. :”). Semangat yang membara untuk proker Sahabat Ilmu Jambi, saya dipercaya untuk menjalankan program SIJ goes to School, Alhamdulillah dirapatkan pada bulan september, dengan bacaan basmalah program tersebut dinamakan Jelajah Sekolah. Ditengah-tengah perjuangan saya mengurus jelajah sekolah (lebay sedikit), saya bersama teman-teman panitia berusaha untuk tembus proposal ke beberapa titik untuk diajak bekerja sama, namun disamping itu saya dihadapkan ujian sedikit. Orang tua yang akan segera berpisah. Perceraian yang tak pernah saya inginkan, bagaimana mungkin disaat ulang tahun perak mereka ditahun 2013, seharusnya mereka dapat harmonis, tetapi surat perceraian mereka dilayangkan. Bagaimana dengan ku?? Aku hanya menangis kah? Atau tersenyum menahan sakit? Mungkin ia, aku berusaha tegar didepan mereka, namun dibalik ketegaran itu bagaimana mungkin saya diam saja. Ketika ikhtiar dalam doa terus ku panjatkan kepadaNya, saya meminta bantuan pula terhadap makwo Masni. Makwo sebagai penengah kemelut rumah tangga ayah dan ibu, seharusnya saya dan kakak yang menyelesaikan, namun emosi mereka tak mampu membuat kami berbesar hati, dan akhirnya Alhamdulillah ibu menarik surat gugatan hingga kembali normal. Terima kasih Allah,  lewat Makwo dan keluarga, ayah dan ibu dapat bersatu kembali, seiring melewati hal tersulit program Jelajah Sekolah berhasil bekerja sama dengan pihak Kantor Bahasa untuk menghadirkan Duta Bahasa. Alhamdulillah, Allah Akbar..!!!
Pada Bulan Oktoberprogram Jelajah sekolah untuk pertama kalinya di adakan di SMA Negeri 5 kota Jambi. Selama program tersebut berjalan tahukah, saya bukan hanya melaksanakan program tetapi sekaligus temu guru tersayang dan banyaknya kami bercerita. Sedikit takut dengan kedatangan saya kesana akan basic yang katanya dulu anak IPA tetapi justru memilih jurusan IPS. Ternyata, cerita saya yang memilih jurusan hukum memang disayangkan oleh guru-guru, tetapi itulah skenario yang sudah Allah buat, InsyaAllah yang terbaik, hanya itu tanggapan saya ^_^. Senangnya bukan main Jelajah Sekolah di SMA Negeri 5 berjalan dengan baik.
Pada Bulan November, saya mengunjungi sanggar Evergreen untuk ke-2 kalinya, sebelumnya saya pernah ke sanggar Evergreen akhir bulan oktober bersama kak Tridai. Ya… kak Tridai mengenalkan saya dengan Bu Yanti pemilik serta pendamping anak-anak sanggar. Senangnya bukan main ketika saya ikut bergabung dengan Bu Yanti, anak-anak yang belajar menulis seakan menegur saya secara halus untuk giat juga menulis, bahkan salah satu anak sanggar hasil tulisannya sudah menjadi buku. Habatnya bukan main, bu yanti bisa mencetak anak-anak untuk menjadi penulis, tak heran saya pun hampir setiap hari minggu pukul 09.00 (pagi) menyempatkan waktu untuk berkuncung ke sanggar hingga waktu zuhur datang, selain itu saya juga mencuri ilmu bu Yanti mendidik anak-anak nya, bayangkan saja bu yanti dapat menemukan passion anak-anak nya saat anaknya masih duduk dibangku Sekolah Dasar, berkat kegemaran yang terus dilatih dapat menjadi prestasi yang sangat luar biasa. Karena saya setiap minggunya membantu bu Yanti, saya diajak ibu untuk bersama-sama melakukan program pada bulan Desember, ibu pun meminta saya untuk mencari anggota yang mampu menolong kami untuk melaksanakan program kerja Evergreen.
Pada Bulan Desember,  awal bulan disibukkan dengan UTS dan menjalankan program kerja evergreen, saya menemukan tim dari anggota KITA, ada Ridho, Zainul dan Putra.  Kami akan melaksanakan program tersebut pada 17 dan 18 Desember di dua tempat, hari pertama akan dilaksanakan di Aula Rumah Dinas Wali Kota dan hari ke dua akan dilaksanakan di Kabupaten Tanjab Timur. Penyeberan pamflet sudah dilakukan dengan kerja keras, hampir hari-hari kami berada di GINDO, ya… ini toko sate milik keluarga saya yang baru saja dibuka pada bulan desember, disanalah saya dan teman-teman bekerja untuk mempersiapkan semua peralatan untuk program, mulai dari mengedit hingga mencetak pamflet yang sungguh sangat luar biasa lelahnya. Hingga mendekati hari H kami mendapati segelintir masalah, bahwa Aula Rumah Dinas tidak dapat dipakai pada tanggal 17, mau tidak mau kami menukar hari pelaksanaan tempat, hari pertama akan dilakukan di Tanjab Timur dan hari kedua barulah dilaksanakan di Kota, teman-teman yang sudah bersemangat dapat menghadiri palaksanaan di Tanjab Timur mau tidak mau harus stay di Kota, hanya saya dan bu Yanti yang pergi bersama Bpk Yusron  (pembicara) dan Mas Naufal (asisten) berangkat ke Tanjab Timur, Alhamdulillaah… pelaksanaan di Tanjab Timur dihadiri 173 peserta luar biasa semangat mereka. Pada hari ke-2 kami dengan rasa antusias pula mempersiapkan acara, dan Alhamdulillah dapat berjalan baik dengan segala kekurangannya disana namun dapat tertutupi dengan baik. Belum selesai dengan rasa lelah, malamnya saya, Zainul, dan Putra berdiskusi bersama untuk mempersiapkan LKTI yang akan dipresentasikan diesok harinya, ada rasa takut karena saya baru mempelajarinya malam bersama dengan mereka, ya LKTI tersebut merupakan buah fikiran zainul, hanya zainul yang menguasai karya tulis. Hingga hari esok tiba, pukul 07.00 saya sudah berada dikampus, kami harus kuliah terlebih dahulu hingga jam 08.00 . Setelah jam kuliah selesai kami bersama-sama menuju IAIN dengan sejuta harapan saya dapat berjalan lancar, sepanjang perjalanan tidak terlalu deg-degan namun hingga sampai di tempat lomba, mulailah hati cenat-cenut., (hahaha). Oke dengan bismillah kami mempresentasikan,………………………………………………………………………………………………………..alhasil…
JUARA 1 dapat diraih… sukur alhamdulillah…  walaupun terlihat Zainul yang lebih banyak menguasai materi, tapi ini menjadi pengalaman berharga bagi kami ber tiga dan InsyaAllah pengalaman ini menjadi motivasi untuk saya. Aamiin…
Akhir tahun yang manis, semua resolusi telah tersusun dengan baik untuk tahun 2014, semua harapan yang manis tercurahkan dari dalam hati. Berfikir positif untuk melangkah maju ke depan!!
Semua yang berasal dari hati akan menghasilkan cinta yang suci… keep positif thinking!!
*tulisan diatas adalah sepotong cerita, kalau mau lebih lengkapnya lagi langsung saja tanya orangnya :D


Setiap kamu punya mimpi atau keinginan atau cita-cita, kamu taruh di sini, di depan kening kamu…jangan menempel. Biarkan dia, menggantung… mengambang… 5 centimeter di depan kening kamu. Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu…
Pasti pembaca tahu quote diatas terdapat didalam buku dan film apa hehe. yappp benar sekali. 5 CM, sejak buku yang ditulis oleh Donny Dhirgantoro ini dikabarkan akan dibuat film, serentak masyarakat indonesia membicarakan. Termasuk juga saya. Saya tahu buku ini sudah lama tapi baru sempat membacanya sekitar pertengahan tahun ini. Saya mendapatkan buku ini di Taman Baca @sahabatilmuJBI :D

Nah jadi apa hubungannya 5 CM sama tulisan yang akan saya posting kali ini. Menurut saya Kalimat diatas yang menyatakan bahwa Setiap kamu mempunyai mimpi dan cita-cita pasti akan terwujud, asalakan kamu  yakin, tekun dan percaya. Sama halnya dengan saya dan relawan SIJ lainnya, ketika kami mempunyai mimpi untuk membuat Seminar pertama kami dalam mempenringati hari sumpah pemuda kemarin. Kami yang mulanya takut, tidak percaya diri karena komunitas kami masih baru dan tergolong kecil di Provinsi kami yaitu Jambi.

Perjalanan menuju Hari H sungguh sulit, banyak kerikil bahkan batu yang besar menghalangi perjalanan kami, dari mulai gagal mendapatkan sponsor, padahal hari H sudah diujung mata, kemudian yang punya  percetakan tempat kami memesan sertifikat dan pin dikabarkan sakit, sempat juga saya dan relawan lainnya putus asa, apa sebaikknya kegiatan seminar ini diundur atau ditiadakan saja. Akan tetapi berkat dorongan dari sesama, walau ada juga yang marah-marah, ngomel-ngomel, sampai nangis-nangis hihihi, semangat kami bangkit lagi, semangat para pemuda jambi kembali membara,  hingga sampai pada hari H.  Berkat perjuangan seluruh relawan dan sponsor yang membantu kegiatan ini, seminar yang kami laksanakan SUKSES. karena kami punya keyakinan yang besar, selalu tekun dalam mengemban tugas masing-masing dan kami mempunyai kepercayaan kepada sesama yang sangat besar :)





Hari minggu kamarin tepatnya tanggal 16 Desember 2012. Saya dengan relawan @sahabatilmuJBI lainnya gathering di Kedai Kopi diseputaran jelutung. Seperti biasanya kita membicarakan tentang SIJ (biasa disingkat) untuk kedepannya. Gathering kali ini bisa juga dibilang sebagai rapat intern kami seblum penerimaan relawan baru dalam waktu dekat ini. Seperti biasanya Rapat hari itu dikomandoi oleh kak @BellaMoulina :D .
Pertama kali dari divisi pendampingan menyampaikan hasil rapat intern mereka kepada teman-teman yang lain untuk direvisi mana sebaiknya yang akan dijalankan untuk beberapa bulan kedepan. Point penting dari divisi pendampingan ini adalah memberikan soft skill kepada adik asuh baik itu disekolah dan panti yang akan dikunjungi nantinya. Kemudian disetiap akhir bulan akan diadakan kegiatan dare to dream.
Selanjutnya dari divisi crative, dari hasil yang mereka persentasikan kemarin, saya menangkap bahwa divisi creative akan membantu mewujudkan rencana dari divisi pendampingan, karena ini namanya team creative, mereka-mereka yang ada dalam divisi ini adalan manusia-manusia yang pemikiran super creative.
Dan yang terakhir adalah divisi taman baca. Divisi taman baca adalah mereka yang mengatur atau menyusun bagaimana dan seharusnya diapakan taman baca tersebut.
Walau demikian SIJ punya beberapa divisi, tetapi kami tetap satu, saling bekerja sama, bahu membahu demi masa depan anak bangsa Daerah kami kedepannya.
Sahabat Ilmu Jambi, Menebar Ilmu Membuka Cakrawala J
Oh iya, setelah selesai gathering, relawan-relawan kece @sahabatilmuJBI tidak lupa mengabadikan moment penting ini didalam sebuah lensa seperti dibawah ini ....



Jargon dari Agnes Monica ini: “Dream, Believe, and Make it Happen” agaknya benar. Tentu saja karena saya sudah membuktikannya. Well, ketika kita percaya pada sebuah impian atau cita-cita, lalu kemudian kita bergerak untuk mewujudkannya, tidak menghiraukan apa kata orang, terus bergerak dan berjalan..dan tidak terasa impian itu terbukti nyata terjadi di hidup kita. Inilah yang saya alami di Sahabat Ilmu Jambi (SIJ).

 Ketika rasa skeptis akan hadirnya komunitas sosial di Jambi terhadang, dan pada akhirnya saya percaya komunitas ini mampu berjalan dikarenakan dukungan dari berbagai pihak, hingga 5 Agustus 2012 kemarin menjadikan SIJ genap berusia 1 tahun, adalah sesuatu hal yang patut disyukuri. Impian itu ada, nyata, dan karena mereka.

SIJ lahir karena kegelisahan saya melihat kenyataan bahwa mahasiswa di sekitar saya kurang hobi membaca dan menulis. Pun itu didukung dengan adanya kegiatan  sosial yang kurang muncul di Jambi. Ditambah pula melihat kondisi anak-anak kurang beruntung sulit mengakses bahan bacaan yang teramat tinggi harganya. Di satu sisi pula saya melihat pemuda di Muaro Jambi gencar melakukan kegiatan belajar gratis Sekolah Alam Raya (bang Borju) dan perpustakaan masyarakat yang hanya dijalani satu pemuda (bang Sarbini). Kemudian kegelisahan ini saya lontarkan kepada kak Meila, teman sekaligus kakak terunyu selama bekerja di Jambi Ekspres dulu. Ketertarikan yang tinggi terhadap membaca buku dan menulis juga menyerupai saya dengannya. Walhasil, ide ini dimatangkan dan dilemparkan ke Facebook dan Twitter. Responnya? Sungguh di luar dugaan, banyak anak muda Jambi yang tertarik bergabung menjadi relawan.

Kemudian kami kopdar di Unja Telanai pada 5 Agustus 2011, saat itu siang menjelang sore, dimana kami harus berpuasa di sela-sela kegiatan. Sekitar 10 anak muda berkumpul (seingat saya, namun saya lupa nama-namanya, masih sedikit samar-samar), kami membahas SIJ, visi misi dan tujuan serta kegiatan yang akan dilaksanakan. Akhirnya kami sepakat untuk mendampingi anak-anak di panti asuhan, tepatnya Panti Asuhan Darul Aitam dan Panti Asuhan Madinatul Aitam. Di satu sisi kami juga memberikan pelatihan kepada beberapa relawan yang pada waktu itu tertarik bergabung. Setelah konsep berjalan selama 1 bulan, kemudian pendampingan untuk meningkatkan minat membaca dan menulis di dua panti asuhan itu dimulai pada pertengahan September. Pendampingan yang dilaksanakan setiap hari sabtu selama 2 jam (15.00-17.00 WIB) tersebut belum seratus persen sesuai yang diharapkan kala itu, karena kami harus mencocokkan diri dengan kepribadian adik asuh. Pun di sisi lain kami terbatas pada kemampuan mendampingi. Hanya saja, saya hajar semua yang ada, saya katakan kepada teman bahwa kita bisa belajar apa yang kurang untuk dibenahi, jadi ya maju saja.

Ternyata pendampingan meningkatkan minat membaca dan menulis sesuai dengan visi misi SIJ itu saja tidak cukup. Perlu adanya komponen lain yang mendukung tujuan kami sukses. Kami pun memberikan pelatihan capacity building dan gathering yang diperuntukkan bagi relawan guna mengoptimalkan peran mereka sebagai kakak asuh. Pertemuan dua bulan sekali ini sangat penting agar sesama relawan dapat berinteraksi dan tidak ada gap diantaranya. Kemudian yang paling penting adalah menyatukan ide dan gagasan bagaimana pendampingan selama beberapa bulan dilaksanakan. Kami berdiskusi mengenai hal tersebut, tidak jarang kami menemui hambatan ketika seorang relawan mengeluhkan adik asuh yang sulit diatur. Gathering pun terasa lebih bermakna ketika masalah dapat dipecahkan bersama-sama. Sedangkan capacity building akan meningkatkan kualitas diri mereka sebagai anak muda Jambi yang memiliki jati diri (seperti ketika saya mendiskusikan soal passion).


Selain bagi relawan, adik asuh tidak luput dari perhatian kami. Beberapa program yang dijalankan bagi adik asuh selain pendampingan adalah Dare to Dream dan pelatihan. Meski kami belum memberikan pelatihan yang intensif kepada adik asuh, tapi program Dare to Dream agaknya membuat mereka mulai memikirkan bagaimana seharusnya cita-cita itu ada di hidup mereka. Ya, kami ingin membangkitkan impian dan cita-cita mereka yang mungkin saja terbentur dengan kondisi mereka. Maka lahirlah Dare to Dream, program dimana kami mendatangkan anak muda Jambi berprestasi yang telah menggapai impiannya. Mereka yang pernah berkesempatan hadir adalah Bona (pelukis), Dion (guru), dan Wawan (motivator). Program yang berlangsung selama dua jam ini diharapkan mampu menginspirasi adik asuh untuk berani bermimpi, setidaknya mereka mampu mengubah keadaan mereka menjadi lebih baik ketika mereka berusaha menggapai cita-cita.
Disamping kegiatan yang diperuntukkan bagi relawan dan adik asuh itu, kami juga membuka taman baca. Tidak pernah saya berharap lebih ada orang yang ingin menyediakan space rumah atau tempatnya untuk SIJ. Ternyata ini tidak terjadi. Justru ada yang menyediakannya untuk kami sebagai sarana sekretariat dan taman baca. Adalah Maul, relawan yang terhitung aktif sejak Desember ini memberikan warung milik alm.ibunya yang tidak terpakai lagi untuk kami gunakan. Masih terbayang bagaimana relawan bahu membahu membersihkan warung tersebut dan menyulapnya menjadi sekre dan taman baca yang keren. Pada akhirnya sekre dan taman baca itu diresmikan pertengahan Maret lalu, bertepatan dengan diliputnya SIJ oleh stasiun TV nasional DAAI TV yang berlokasi di Jakarta. Hingga kini pengunjung taman baca semakin bertambah, berasal dari kalangan SD hingga umum, mereka ada yang meminjam buku secara gratis (SD-SMP) dan membayar (SMA-Umum). Subsidi buku-buku relawan yang diletakkan disana juga membuat sekre dan taman baca kami lebih up to date dalam menyediakan bahan bacaan. Ini berkat usul dari Rikky, mengingat kami harus memikirkan segi ekonomis demi keberlangsungan SIJ. Saat ini taman baca selalu buka setiap hari dari pukul 14.00-17.00 WIB (kecuali selasa dan sabtu). Buku koleksi kami didapat dari para donatur yang berada di Jambi dan luar Jambi. Buku-buku tersebut juga menjadi bahan pendampingan kami agar adik asuh mau membaca.

Belum genap satu tahun umur SIJ dulu, alhamdulillah banyak pihak sponsor, media, maupun atas nama pribadi yang melirik kami. Bantuan berupa buku, dana, jasa, dan pemberitaan di media kami terima ketika SIJ belum genap satu tahun kala itu. Donatur pribadi dan organisasi (Indonesian Future Leaders) contohnya (baik berupa buku, dana, dan jasa) berdatangan dari wilayah Jambi, Jakarta, dan Palembang. Dari pihak sponsor, Kedai Kopi sering menyediakan tempatnya di lantai 2 untuk kami gathering, Temphoyac memberikan merchandise di setiap acara yang kami lakukan, kemudian Gramedia, Rumah Kenari, dan Nusantara Magazine memberikan donasi berupa buku baru dan bekas yang layak baca. Sedangkan pemberitaan soal SIJ telah dimuat di beberapa media lokal (Dira FM, Boss FM, Jambi Ekspres, Tribun Jambi, dan Jek Tv) serta skala nasional (DAAI TV dan Intisari).

Pemberitaan melalui media itu otomatis membuat SIJ semakin dikenal dan mendapatkan  dukungan dari berbagai pihak (meski hingga saat ini kami belum bekerja sama dengan pihak berlatar belakang pendidikan).
Di umur yang menginjak 1 tahun kemarin (5 Agustus) telah banyak membuat kami bersyukur sebagai komunitas sosial pendidikan yang konsisten menyuarakan pendidikan bagi kalangan grass root (akar rumput). Pendampingan di panti asuhan pun menunjukkan perkembangan yang lumayan baik, tercatat beberapa adik asuh kini mulai serius belajar, hobi membaca dan menulis, serta mau mengembangkan dirinya sesuai kecerdasan yang mereka miliki. Simpatisan dari dunia nyata maupun social media tidak berhenti mengalir untuk kami. Pun yang membuat saya bahagia adalah, semakin banyak anak muda Jambi yang menyadari pentingnya peran mereka sebagai changemaker (pembaharu) untuk berkontribusi aktif dan berbagi ilmu dengan kalangan kurang beruntung, disamping mereka juga butuh waktu untuk menyenangkan diri sendiri. Meski begitu, dampak positif ini belum seratus persen baik, saya menyadari disana sini masih terdapat banyak kekurangan yang perlu dibenahi. Contohnya soal pendampingan. Relawan pengin pendampingan di periode kedua ini dihadirkan dengan cara lebih fun, praktis, dan sambil belajar pula. Saya dan teman-teman pun berusaha mencari solusi ini bersama-sama, agar relawan dan adik asuh tidak jenuh dengan jenis pendampingan yang selama ini dilaksanakan. Di satu sisi, tentu harus ada tolak ukur yang jelas bagaimana anak sudah meningkat minat membaca dan menulisnya. Mengingat pula selama ini kami hanya melakukan pengamatan saja tanpa menuliskan perkembangan dari tolak ukur yang sudah ditetapkan. Pendampingan juga akan melibatkan beberapa praktisi pendidikan dan kewirausahaan, serta melihat sisi kecerdasan majemuk yang dimiliki setiap anak. Di sisi lain, tentu kepengurusan periode baru dan pembenahan internal SIJ akan dilaksanakan pula secepatnya. Saya pengin teman-teman bisa lebih berkomitmen dengan keputusan yang telah mereka ambil. Setidaknya kalau program ini berhasil secara maksimal, ini berkat relawan pula bukan?  Berbagai hal sudah banyak terlintas di benak saya dan teman-teman ketika rapat sebelumnya, insyaallah akan direalisasikan secepatnya setelah lebaran nanti. Ya, ini PR bagi kami yang harus secepatnya diselesaikan.
Harapan saya, di usia 1 tahun ini, SIJ semakin matang dalam menjalani perannya sebagai salah satu pendukung pendidikan adik asuh. Yang tidak boleh hilang itu adalah semangat dan istiqomah selama perjalanan menempuh kesetaraan pendidikan dalam menebar ilmu dan membuka cakrawala. Kalau kedua komponen hilang, entah apa jadinya SIJ. Mungkin SIJ bakal hilang dan tidak diperdulikan. Namun semoga saja itu tidak terjadi. Semoga kami tetap semangat dan istiqomah ya teman-teman :’) Dengan semangat itu pula kami ingin melaksanakan even yang bisa bekerja sama dengan beberapa stakeholders (pemerintah, pihak swasta, dan lainnya) dalam menyelenggarakan acara untuk anak muda Jambi. Pun kami tidak menampik bahwa SIJ kelak memiliki taman baca di daerah terpencil di Jambi, membantu anak-anak disana dalam mengakses bahan bacaan berkualitas. Di sisi lain, kami sepertinya akan melirik sektor wirausaha agar SIJ dapat mandiri secara finansial (karena selama ini kami sendiri yang mengisi uang kas sebesar Rp. 10.000/bulan). Tentu saja ini jangka pajang yang harus dilaksanakan bersama-sama. Itu semua tidak akan terwujud jika tidak ada peran serta relawan. Maka adalah sebuah keberuntungan dan kebahagiaan yang tidak terkira ketika saya melihat relawan tidak putus asa, mereka tetap mendampingi di sela-sela kesibukan mereka, dan selalu bersemangat mendampingi adik asuh, karena mereka menyadari perannya sebagai pemuda. Dimana kalau bukan kita sendiri yang memberikan perubahan sekecil apapun kepada adik asuh, siapa lagi? Perubahan tidak akan menunggu siapapun dan kapanpun. Semoga SIJ mampu memberikan perubahan bagi mereka melalui para relawan pantang menyerah! Dan Allah swt akan mengabulkan doa kita, amiiinnnnn.. Happy 1st anniversary Sahabat Ilmu Jambi!!


Happy 1st Anniversary SAHABAT ILMU JAMBI :D *yeaaay* *party*


5 agustus 2012 kemarin, komunitasku Sahabat Ilmu Jambi (SIJ) genap usianya satu tahun. Bener-bener nggak kerasa. Selama satu tahun disana banyak suka duka yang aku rasain. Tapi.. kebanyakan sukanya sih :D eh, buat kamu yang kebetulan nyasar di blog ini dan kebetulan baca tulisan aku yang rada waras ini (tulisan lain pada ngaco soalnya) aku jelasin lagi ya apa itu SIJ. Sebelumnya aku udah pernah cerita disini.

Baiklah, aku cerita lagi deh. Jadi gini, pada suatu hari.. ada seorang kakak senior di kampusku yang baik hati, manis dan kurang kece (karena yang paling kece hanya aku) bikin postingan di blog, facebook dan twitter yang isinya mengajak siapapun yang mau menjadi sukarelawan untuk mendampingi anak-anak panti asuhan di kota Jambi dalam meningkatkan minat baca dan tulis.

Pucuk dicinta gayung bersambut (kayaknya.. ada yang salah sama pepatah ini, ah sudahlah apalah arti sebuah pepatah yang penting kalian ngerti kan maksud aku). Aku langsung tertarik dan bilang ke kk senior ku itu untuk mau bergabung dan menjadi relawan. Dari duluuu banget, aku emang pengen ngajar anak-anak jalanan atau anak-anak yang kurang beruntung. Cuma dulu itu ya ada niat aja, action nya belum. Untungnya seniorku itu punya ide brilian untuk membuat komunitas SIJ.

Di SIJ, aku dikasih pelatihan gimana caranya menghadapi anak-anak panti asuhan (disebut sebagai adik asuh) yang karakternya macem-macem. Udah dikasih pelatihan, arahan serta beberapa kali diskusi barulah aku dan relawan-relawan lainnya terjun langsung ke panti asuhan. SIJ sekarang menaungi dua panti asuhan di kota Jambi. yaitu panti asuhan Darul Aitam dan panti asuhan Madinatul Aitam, dua-duanya ada di daerah 16. Aku dapat di panti asuhan Madinatul Aitam.

Kebetulan aku dapat dua orang adik asuh, namanya Raja dan Riska. Raja umurnya 10 tahun tapi masih kelas 2 SD, itu karena dia sebelum masuk panti asuhan putus sekolah karena kedua orangtuanya udah gak ada dan dia diasuh nenek-kakeknya yang juga nggak mampu ngebiayain dia sekolah. si Raja ini anaknya cuek banget, susah banget caranya ngedapetin perhatian dan fokus dia. Tapi lama kelamaan, karena intensitas ketemu juga, dia sekarang udah mau diem walaupun setengah jam untuk membaca buku. Raja paling suka sama buku tentang kisah para nabi dan sahabatnya yang tulisannya besar-besar dan banyak gambar. Lain lagi dengan Riska, dia kelas 3 SD. Pada dasarnya si Riska ini udah hobi baca, anaknya juga pinter, selalu juara kelas. Tapi sayangnya si Riska anaknya tertutup banget dan nggak banyak cerita.

Duh, bisa abis berapa lembar kalau aku ceritain semua detail tentang mendampingi mereka dari awal. Mungkin bisa bikin buku, trus aku jadi penulis terkenal. Tapi kayaknya aku belum siap, masih pengen ngurusin kuliah, terutama ngecengin senior ganteng di kampus. #eh #salahfokus

Pokoknya selama setahun bergabung bersama SIJ aku ngerasa seneng banget. Seneng rasanya bisa berbagi meskipun nggak banyak dan bukan dalam bentuk materi ke mereka yang mungkin nggak seberuntung mereka. di SIJ juga aku jadi tau, kalau ada anak yang masuk panti asuhan bukan semata-mata kedua orangtuanya meninggal dunia tapi juga ada yang anak yatim atau anak piatu yang orangtuanya udah nggak mampu lagi ngebiayain hidup dan biaya sekolah mereka. Jadilah mereka dimasukkan ke dalam panti asuhan. Pilihan yang baik meskipun berat, daripada anak ditelantarkan dan akhirnya mereka mencari jati diri di luar sana dengan cara yang salah.

Selain itu, di SIJ juga aku ketemu dengan orang-orang dengan latar belakang yang berbeda tapi kami punya niat dan tujuan yang sama. Semuanya ingin berbagi, semuanya ingin melakukan sesuatu demi perubahan yang lebih baik, meski kamu semua kadang tersandung tembok keterbatasan, sedikit demi sedkit, saling bahu membahu berusaha meruntuhkan tembok keterbatasan tersebut. Cailaaaah bahasa aku berat bener, ntah ini lagi dapat wangsit darimana :p

Selamat ulang tahun SIJ, semoga SIJ makin maju, makin dikenal banyak orang karena dengan begitu semoga makin banyak yang tergerak dan turut membantu kita dalam membuat perubahan yang lebih baik terutama di bidang sosial dan pendidikan. Semoga SIJ anggotanya makin solid, kompak, dan memegang teguh komitmen. Semoga suatu hari nanti, SIJ bukan cuma komunitas tapi jadi yayasan yang isinya ada sekolah SAHABAT ILMU JAMBI dimana sekolahnya berkualitas tapi gratisan untuk mereka yang nggak mampu. hihihi Amiin.

bersama SIJ, aku yakin.. aku bisa.. kita bisa.. terus menebar ilmu dan membuka cakrawala :)






Nb : oh ya, kalau mau tau kakak senior ku yang mencetuskan ide membuat komunitas SIJ, yang tadi aku bilang orangnya baik hati, manis dan kurang kece. klik disini ya. :)



original posting:
http://ennyluthfiani.blogspot.com/2012/08/happy-1st-anniversary-sahabat-ilmu.html?spref=fb

Struktur Organisasi 2012

Ketua                                                         : Bella Moulina
Wakil Ketua                                            : Enny Luthfiani
Sekretaris                                                  : Tri Fani Habiba
Bendahara                                                 : Ana Mardiana
Humas dan Social Media                     : Rizky Amelia Putri
Desain Grafis                                           : Rikky Suryadi
Koordinator Buku dan Taman Baca: Haryani
Koordinator Relawan                          : Rara Yulia Putri dan Andi Muhammad K.
Koordinator Panti Madinatul Aitam: Rina Zakiyah
Koordinator Panti Darul Aitam       : Taufik Qurrahman
Koordinator Blog                                   : Hajmia Guswika


Relawan SIJ di Panti Asuhan Darul Aitam: 
  1. Bella Moulina
  2. Aulia Siltawani
  3. Rikky Suryadi
  4. Taufik Qurrahman
  5.  Maulana Iman Satria
  6. Andi Muhammad Kurniawanda
  7.   Hajjmia Guswika
  8.  Rizky Amelia Putri
  9. Tiara Ariyanti 
  10. Alisa Martiyana
  11. Novia Sari Hafrijon


Relawan SIJ di Panti Asuhan Madinatul Aitam:


  1. Tri Fani Habiba
  2.  Enny Luthfiani
  3.  Rara Yulia Putri
  4. Rini
  5.  Sri Lestari
  6. Haryani
  7. Rina Zakiyah
  8. Yuhelmi Devi Astuti
  9.  Ana Mardiana
  10. Arief  budiman
  11. Vebria Ardina
  12. Febri Isra Jayusma      

Menebar Ilmu Membuka Cakrawala!!!
Happy 2nd anniv SIJ,

Sahabat Ilmu Jambi adalah komunitas yang bergerak dalam bidang pendidikan untuk meningkatkan minat baca dan tulis untuk anak-anak. SIJ terbentuk pada tanggal 5 Agustus 2011, namun kami merayakan ulang tahun SIJ pada tanggal 24 agustus, itu dikarenakan pada tanggal 5 agustus mendekati hari raya idul fitri, nah karena itu SIJ baru dirayakan pada tanggal 24 ini. Diulangtahun yang ke 2, sahabat ilmu jambi merayakan di panti Al- Kautsar, bersama relawan-relawan SIJ. Yang ga kalah serunya adalah SIJ juga mengundang adik-adik dari panti Madinatul dan panti Darul, kehadiran mereka tentu membuat semakin semaraknya acara tersebut.

Dalam acara yang dipimpin oleh Amel tersebut, mengundang bang Turino sebagai mahasiswa berprestasi yang memberikan materi motivasi untuk adik-adik supaya terus giat dalam menuntut ilmu, kalo boleh kasih kesimpulan yang telah diberikan oleh bang Turino td, bahwa untuk menjadi murid terbaik kuncinya adalah dengan keikhlasan, dengan ikhlas belajar pun akan terasa senang sehingga apapun yang masuk dalam pelajaran akan lebih menerima ketimbang mengeluh. wahhh, tingkah laku adik-adik saat mendengarkan bang Turino berbicara tentu sangat antusias, karena mereka juga ingin mengetahui bagaimana menjadi murid yang dapat berprestasi disekolah nya.

Bukan hanya kehadiran bang Turino sebagai pembicara saja, namun SIJ juga mengundang kakak-kakak dari tim Nasyid El Voice, diantaranya ada Zainul, Khotib, Saputra, Dhimas, dan Wahyu. Saat mereka melantunkan lagu, adik-adik asuh bahkan para relawan beserta undangan terpukau akan lagu yang mereka bawakan, sehingga kami pun meminta mereka kembali untuk menyanyikan satu lagu lagi yang berjudul Bis Sekolah, wah banyak terimakasih atas kesempatan mereka yang telah menyempatkan waktunya, karena yang saya tahu mereka merupakan tim nasyid yang berprestasi lho.

Merayakan hari ulang tahun ga lengkap dengan kue tart, nah tradisi di SIJ dari semenjak ulang tahun sebelumnya bukan dengan kue tart, tetapi dengan nasi tumpeng (bnar ga tulisannya hahaha), yang dipotong oleh ketua dan wakil SIJ yaitu bng Rieo dan Fani, lalu kemudian ditutup dengan sesi foto-foto, tentunya pada narsis semuanya ^_^.
keseruan pada hari ini semoga menjadi semangat untuk SIJ kedepannya lebih baik lagi, kepada saya sebagai relawan dan juga teman-teman yang lain tentunya. *amin

1 buku yang sangat bagus terlah di terima Sahabat Ilmu Jambi dan di peruntukan di nikmati bersama2..
Langsung aja cekidot apa sih isi buku ini:))


Apa ID twitter dengan followers  terbanyak No.2 di Dunia??

Sipnosis : Novel Ranah 3 Warna
Alif baru saja menyelesaikan sekolah nya di Pondok Madani. Impiannya? Tinggi betul. Ingin belajar teknologi tinggi di Bandung seperti Pak Habibie, lalu merantau sampai ke Amerika.

Dengan semangat membara dia pulang ke Maninjau dan tak sabar ingin segera kuliah. Namun sahabat karibnya, Randai, meragukan dia mampu lulus UMPTN. Lalu Ia pun sadar, ada satu hal penting yang dia tidak punya. Ijazah SMA. Bagaimana mungkin mengejar semua cita-cita tinggi tadi tanpa ijazah?

Alif terinspirasi semangat tim dinamit Denmark, dia mendobrak rintangan berat. Baru saja dia bisa tersenyum, masalah datang lagi menggempurnya silih berganti tanpa ampun. Alif letih dan mulai bertanya-tanya: "Sampai kapan aku harus teguh bersabar menghadapi semua cobaan hidup ini?" Nyaris saja dia menyerah.

Rupanya "mantra" man jadda wajada saja tidak cukup sakti dalam memenangkan hidup. Alif teringat "mantra" kedua yang diajarkan di Pondok Madani: man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Berbekal kedua mantra itu dia songsong rintangan hidup satu persatu. Bisakah dia meraih semua impiannya?

Ke mana nasib membawa Alif? Apa saja 3 ranah berbeda warna itu?Siapakah Raisa? Bagaimana persaingannya dengan Randai? Apa kabar Sahibul Menara? Kenapa sampai muncul Obelix, orang Indian dan Michael Jordan dan Kesatria Berpantun? Apa hadiah Tuhan buat sebuah kesabaran yang kukuh?

Ranah 3 Warna adalah hikayat bagaimana impian tetap wajib dibela habis-habisan walau hidup terus digelung nestapa.

Spesifikasi buku :
Judul : Ranah 3 Warna (Buku ke-2 dari trilogi Negeri 5 Menara)
ISBN : ,- 
Pengarang : Anwar Fuadi
Penerbit :,- 
Tahun Terbit : ,- 
Sampul : Soft Cover 
Ukuran : 13.5 x 20
Berat : 400 gram 
Bahasa : Indonesia 
Jumlah Halaman : 488 Halaman 
Stok : Tersedia
Harga : Rp.


Read more: http://www.bursa-buku-online.com/2012/03/novel-ranah-3-warna-by-anwar-fuadi.html#ixzz20KppsIIS

Author Name

{picture#https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMwaZqMXcYWrJhR95XjqxhrPUUYAhLD0YLanRuZ2FOabSGs2wUjYhVKIynZO0wghW6CHPZMcYtdkGYaIfwFniEvADn4oibR38sK8il2Xo2CiPxTq0IUBnjc0mTq9wHwrgXpnZb_40ebkI/s1600/SIJ+Logo.png} Sahabat Ilmu Jambi Menebar Ilmu Membuka Cakrawala {facebook#https://www.facebook.com/sahabatilmujambi} {twitter#https://twitter.com/sahabatilmujbi} {google#https://plus.google.com/+RikkySuryadi} {youtube#https://www.youtube.com/watch?v=CNkT08BrWk8} {instagram#https://www.instagram.com/sahabatilmujbi}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.