Articles by "Sopian"

Showing posts with label Sopian. Show all posts


Gadis kecil nan mungil ini bercita-cita ingin menjadi dokter, sungguh cita-cita yang mulia bukan? Nama gadis ini adalah Habibatul Fasihah. Di rumah ia biasa di panggil Fasih, namun di lingkungan teman-temannya ia biasa di panggil Habibah. Saat di tanya mengapa ingin menjadi dokter, dengan lugu dan polosnya ia menjawab "Habibah ingin ngobatin ibu, Habibah ingin ngobatin ayah, ingin ngobatin teman-teman Habibah semua." Kami yang hadir di penjamuan sore itu seketika menjadi haru, Ibu Habibah yang mendengarpun tak kuasa menahan buncahan air mata, sembari meneruskan bercerita tentang keadaan Habibah yang makin hari makin memprihatinkan. Saat ini Habibah menginjak usianya yang ke-5 Tahun lebih 3 bulan. Ibunya, yang akrab di panggil bu Leni bertutur, "Habibah adalah anak yang kuat, meski keadaannya seperti ini, sedikitpun ia tidak pernah mengeluh, ia tidak pernah minder bergaul dengan teman-temannya yang lain yang berada dalam kondisi normal, habibah gemar mendengarkan dongeng, tak jarang ia menceritakan kembali setiap dongeng-dongeng yang di dengarnya. Habibah juga senang sekali menggambar dan mewarnai." Bu leni adalah salah seorang mantan atlet dayung perahu naga yang dulu pernah mewakili Indonesia di ajang Sea Games dan meraih 2 medali emas dan 2 perak pada SEA Games 1997 serta 1 emas dan 3 perak pada SEA Games 1999.

Kita di sentakkan kembali dengan peristiwa paling bersejarah bagi Indonesia, saat-saat pertama di bacakannya naskah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia oleh Presiden Sukarno dan di dampingi oleh The Founding Fathers serta di saksikan oleh Rakyat Indonesia.

Kita di kagetkan lagi betapa telah 70 tahun negara ini merdeka, bebas dari segala macam penindasan bangsa asing, terlepas dari belenggu romusa dan rodi yang tak bermanusiawi.
Hey...
Tak ada lagi intimidasi bangsa asing, tak ada lagi peluru melesat sadis ke kepala pribumi, pun tak ada lagi Mener-Mener tamak, atau si mata sipit yang kejam dan rakus, memang benar sudah tak ada lagi kebiadaban manusia macam itu di era ini.

Indonesia telah bebas dengan garuda emasnya, Indonesia telah kokoh dengan pancasila bakunya, lagi- lagi Indonesia telah bangkit dengan seabrek undang-undang dan konstitusi eloknya, berperisai Tentara Nasional dan Abdi Negara, berkalung sumber daya alam yang amat raya lagi kaya, di pimpin orator ulung, politikus handal, pekerja-pekerja profesional, berpendidikan tinggi, berwawasan megah nan luas, sangat, sudah sangat spesial sekali negara ini anggun berdiri.

Pemuda-pemuda yang berjiwa agamis, nasionalis, komunis, liberalis, anarkis, apatis, sosialis, kritis, hedonis, kapitalis, semuanya ada di negara ini. Berbhineka tunggal ika, beragam-ragam suku bangsa, budaya, agama, adat-istiadat, bahasa bahkan kasta semua telah melebur dan berbaur menjadi satu.

Hey, kau pemuda...
Di barisan mana kau berdiri? Tahulah kau, kemerdekaan indah ini tak mereka raih dengan berpangku tangan semata, pun tak hanya dengan berdiam diri. Mereka gugur sebagai pejuang, otak mereka buyar, tangan mereka putus, anak mereka mati mengenaskan, istri-istri mereka terbakar, ternodai oleh birahi setan orang-orang asing itu, lantas, lantas apa yang sekarang kau lakukan? di mana kau berpijak untuk bangsa ini? sebagai pemuda apakah kau? jangan kau hanya sibuk mengurusi diri sndiri, lihat sekelilingmu, lihat orang-orang di bawahmu, kau apakan mereka, coba sekali lagi kau lihat dirimu, apa yang sudah kau lakukan untuk negara ini? apa yang sudah kau berikan untuk bangsa ini? apa yang akan kau korbankan untk tetap merdekanya Indonesia ini?

Lakukan hal-hal kecil yang berarti bagi orang lain, bantu sesama, luangkan waktu untk berbagi, sibukkan diri dengan belajar, belajar dan belajar, raih prestasi setinggi mungkin, banggakan dirimu sndiri, banggakan orang tuamu, banggakan sekolah-sekolah yang mendidikmu, banggakan desamu, kotamu, negerimu. jangan biarkan masa mudamu habis terurai lepas bersama semilir angin, jangan biarkan masa mudamu buta, kaku dan cacat. ingatlah, ingatlah selalu hak-hakmu yang harus kau tunaikan, membayar mahal kemerdekaan ini dengan segudang prestasi, serius membaca dan mengamalkan.

Semoga negara ini menjadi negeri yang baldatun toyyibatun warabbun ghafur. aamiin.

25 Relawan SIJ BerBuka Bersama 
Alhamdulillah, syukur yang tak terhingga kami relawan SIJ ucapkan kepada Allahu Raabul 'Izzati yg telah melancarkan rangkain demi rangkain kegiatan Sahur Bersma adik2 panti asuhan Aboel Hasan Jambi, sabtu 27-28 Juni 2015.

Kegiatan yang sejak paginya di mulai dengan Musyawarah Besar Komunitas Sahabat Ilmu Jambi, dan pemilihan ketua baru SIJ masa amanah 2015-2016, kemudian di lanjutkan sorenya buka puasa bersama, malamnya bersama mempersiapkan diri di panti asuhan untuk kemudian Jam 3 subuh kembali bangun dan bergegas menjemput Ridha Allah (tak sedikit relawan yang memilih tetap terjaga, agar maksimal kegiatan subuh itu bs di laksanakan), memohon keberkahan Ramadhan, adik2 asuh yg begitu antusias smile emoticon, juga para relawan yang semangat bersujud memohon, melantunkan bait2 kitabullah, mengaksikan teater mini kakak2 relawan SIJ yang keren, Ada bang Rieo Fadila, bang Arie Fernando, bang Arief Budiman Notolegowo, kak Rina Zakiyah, kak Efni Roza Julia Lubis, membuat gelak tawa adik2 tak tertahankan menyaksikan smile emoticon, semakin hanyut menyaksikan pertunjukan hingga slsai, lalu di lanjutkan dengan mempersiapkan diri untuk makan sahur bersama adik2 panti asuhan, pembina panti asuhan, para relawan SIJ, teman2 TSA, non relawan SIJ yang jg antusias mengikuti kegiatan ini, ada teman2 unja jg kakak2 alumni PM (pengajar muda) @bng umur dan kak ice dan temannya, duduk memanjang berhadap-hadapan tepat pukul 04:00 Wib, kami start memulai suap demi suap keberkahan sahur kami smile emoticon, semoga benar berkah adanya.

Setelah sahur selesai lanjut bergegas ke masjid untuk melaksanakan shalat subuh bersama dengan warga sekitar pasti asuhan, semangat terus menjalar, sampai puncak acara kami di tutup dengan Tausiah Hikmah Ramadhan, yg sukses di bawakan oleh bang Sakkti Sumbara semoga subuh tadi menjadi amal spesial karna sudah sudi berbagi bersma kami smile emoticon. Ah akhirnya kurang lengkap jika acra tidak di tutup dgn ramah tamah (bukan makan2) dan foto bersama smile emoticon.

Terima kasih kami ucapkan kepada smua pihak yang terlibat dalam suksesnya acara ini, terutama kepada para donatur yang telah memberi dan mensupport kegiatan ini, semoga Allah balas dengan balasan yang lebih smile emoticon, yakinlah memang berbagi tidak akan pernah merugi.

Akhirnya permohonan maaf jg kami utarakan kapada smua pihak yang ambil bagian dalan kegiatan ini, mungkin slama kegiatan berlangsung bnyak hal jelek yg kami tidak sadari sudah lakukan. Karna sempurna tak ad pada diri kami.(m.sopian)

Author Name

{picture#https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMwaZqMXcYWrJhR95XjqxhrPUUYAhLD0YLanRuZ2FOabSGs2wUjYhVKIynZO0wghW6CHPZMcYtdkGYaIfwFniEvADn4oibR38sK8il2Xo2CiPxTq0IUBnjc0mTq9wHwrgXpnZb_40ebkI/s1600/SIJ+Logo.png} Sahabat Ilmu Jambi Menebar Ilmu Membuka Cakrawala {facebook#https://www.facebook.com/sahabatilmujambi} {twitter#https://twitter.com/sahabatilmujbi} {google#https://plus.google.com/+RikkySuryadi} {youtube#https://www.youtube.com/watch?v=CNkT08BrWk8} {instagram#https://www.instagram.com/sahabatilmujbi}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.