Latest Post

Hari ini pendampingan pertama di bulan april, untuk mengawali awal bulan kita ngasih tema CINTA DAN KASIH SAYANG untuk kembali menanam dan menebarkan cinta sayang kepada semua, agar bulan ini terlewati dengan penuh cinta kasih.
sebelum pendampingan kita main games dulu, ngebuat kotak teka teki dengan kolom blank dan adik asuh harus ngelengkapin setiap kotak yang udah di kasih clue kasih sayang di satu baris kotak mendatar. adik asuh antusias banget buat maju ke depan papan tulis untuk ngisi setiap kolom blank. dan ada 3 adik asuh yang nilainya seri ibnu, mario dan jefri. tapi yang beruntung dapet doorprizenya itu mario karna dia yang berhasil bikin satu kalimat tentang cinta yaitu "AKU CINTA IBU KU".


jam menunjukkan pukul 4 sore, pendampingan pun di mulai.adik asuh mulai berpencar mencari kakak asuhnya. suasana benar-benar ramai. bicara tentang cinta dan sayang itu gak akan pernah ada habisnya. bukan hanya cinta dan sayang ke lawan jenis aja, tapi juga ke orang tua, adik kakak, lingkungan dan yang paling penting ke TUHAN. wujud dari cinta dan sayang itu sendiri pun berbeda dengan berbagai bentuk yang sesuai dengan porsinya. cinta dan sayang terhadap tuhan itu dalam bentuk ibadah dan menunaikan kewajiban kita kepadanya kayak yang umat muslim sholat, kritiani ke greja dan agama-agama lain sesuai dengan tuntutannya. cinta kepada orang tua menuruti segala perintah orang tua, tidak melawan kepada mereka, dan harus menjadi sosok yang bisa di banggakan. cinta dan kasih kepada adik kakak dengan menjaga mereka, melindungi dan mengasihi mereka. cinta kasih ke lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak lingkungan dan selalu menjaga lingkungan. banyak bentuk cinta kasih lainnya yang mungkin gak terlihat, gak teraba, gak terungkapkan, tapi terasa di hati kita masing-masing.
jadi jangan pernah berhenti menebarkan cinta dan kasih di mana pun kamu berada ya. SALAM SIJ, menebar ilmu membuka cakrawala!!

tertarik banget dengan pengalaman yang di alami kak bella moulina sehingga mimin ijin copast isi blognya buat share sama kalian semua. gak banyak mereka yang percaya sebuah mimpi dapat menjadi nyata akan tetapi gak sedikit juga yang sangat percaya sebuah mimpi mampu menjadi nyata.
guys, mimin pernah baca qoutes hebat yang luar biasa dahsyat kekuatannya yaitu "bermimpilah karna tuhan akan memeluk mimpi mu" sejak saat itu mimin gak pernah takut untuk bermimpi dan memiliki cita-cita, meski orang-orang berkata jangan terlalu tinggi nanti kalau jatuh akan sangat sakit, tapi percayalah bahwa saat gagal kita bukan sedang jatuh, hanya saja kita tuhan sedang ingin melihat kesungguhan kita untuk menggapai mimpi kita itu, maka siapkan lah diri kita untuk menjadi layak bagi cita-cita kita itu. yuuk simak kisahnya di cerita kak bella moulina.


Pengejar Mimpi dan Harapannya

  
La Tahzan
Asslmlkm,
Maaf ibu mengganggu bella..ibu sebenarnya sangat sedih liat status Bella akhir2 ini yg sepertinya ‘patah’ sekali karena kegagalan u/ mendapatkan kesempatan belajar di luar negeri (USA, I supposed?).

Ibu ga ingin banyak menasehati karena ibu ga mau terlalu menggurui..apalah ibu ini sampe bisa menasehati..

ibu cuma ingin sharing sebuah cerita nyata ttg teman ibu..

Beliau pernah mengalami yg bella rasakan sekarang lbh parah bahkan..dia berkali2 di’kalahkan’ oleh teman lain yg bahkan punya nilai TOEFL jauh dibawah teman ibu..pernah dlm suatu kesempatan beasiswa, dari jambi dikirm 5 orang untuk wawancara akhir, you know what?, ke 4 teman laen lolos dan hanya dia yg hrs pulang ke Jambi dgn tangan hampa..

Teman ibu menangis dan bertanya ‘apa salahku?’..’Harus bagaimana lagi?’
Ibu ga bisa menjawab..ibu cuma mencoba mengingatkan bahwa Allah tidak pernah mengingkari janjinya bahwa setiap permintaan umatnya akan dikabulkan..tapi dengan satu dari 3 cara: dikabulkan instantly, dikabulkan pada waktu yg tepat, atau dikabulkan dengan diganti yg lebih baik..

mungkin kita cuma hrs bersabar..dan mengingat bahwa dapat scholarship bukan satu2nya rezeki dari Allah..mulai menata hati, mencoba melihat rezeki laen yg mgkn selama ini luput dari perhatian..
Juga memperbanyak memudahkan urusan orang lain..tapi ingat ya bella, jangan berdagang dlm berbuat baik..artinya jgn berharap kalau kebaikan kita akan lgsg dpt balasan atau membuat yg kita inginkan jadi terkabul..karena itu namanya berdagang dengan Allah..itung2an..berbuat baik lah karena memang ingin menolong orang, terserah akan ada hasilnya atau tidak..

Kembali ke cerita teman ibu..alhasil beliau tetap belum dpt beasiswa, tp beliau ga begitu patah lagi..beliau jg mulai membuka hati kepada seseorang teman yg selama ini sangat memperhatikan namun luput dari perhatian karena si teman sibuk mengejar mimpinya..mereka kemudian menikah, punya bayi yg sangat lucu..ortu jg senang sekali krn emang mereka sdh lama ingin si teman menikah..

And you know what? Setelah si baby sktr 4 tahun, teman ibu dapat juga beasiswa, bahkan ke negeri yg lebih baik..Eropa!..
One day, teman ibu datang ke ibu lagi..dengan sukacita berbagi berita bahagia dan tak henti2nya bersyukur..ternyata kegagalan kmrn membuat dia dikarunai segala yg lebih baik..suami yg baik, anak yg lucu, ortu yg bahagia,dan beasiswapada waktunya…yg mgkn ga akan dia dapatkan kalau dia brgkt kmrn..

Ibu yakin bella sekarang ada di posisi teman ibu dulu..mgkn ada baiknya bella ‘melupakan’ dulu keinginan yg satu itu u/ sementara dan memeprhatikan hal2 lain yg mgkn luput..bukan berarti bella hrs memaksakan diri menikah jg kl emang blm ada rencana…(Kl sdh ada rencana sih, bagus juga ◦°◦:D:D◦°◦Нзнзнз ◦ )
nanti InsyaAllah ada saatnya bella sdh lbh siap dan memulai lagi ikhtiarnya..

InsyaAllah, pada waktu yang terbaik menurut Allah, bella akan dapat semua yg bella inginkan..
آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن

(Just sharing)…”
Segelintir paragrap di atas merupakan pesan mom Ella Masita yang sudah beliau berikan kepada saya lewat inbox facebook. Entah kenapa ketika mom Ella mengirimkannya kepada saya, saya terharu dan sedih membacanya. Saya dan mom Ella tidak begitu dekat sewaktu beliau mengajar di kelas saya, namun dalam beberapa tahun ini beliau selalu menyemangati saya, salah satu dosen yang cukup banyak memberikan perhatian kepada saya, bagaimana menyikapi impian yang gagal :’)
Refleksi saya dari pesan mom Ella tersebut terkenang kembali pada dua hari yang lalu, dimana untuk keempat kalinya saya mengikuti tes pertukaran pemuda antar negara yang diadakan oleh Dispora Jambi. Sejujurnya itu adalah yang kesembilan, sebelumnya saya juga ikut di tiga institusi, IELSP, SUSI, dan satu konferensi islam. Sayangnya kedelapan institusi yang saya coba itu belum menunjukkan pertanda baik, dan seleksi PPAN ke Kanada dan Malaysia untuk perempuan tahun ini merupakan yang kesembilan. Dan seharusnya saya memang tidak ikut seleksi ini lagi, namun begitu kuatnya dorongan dari teman-teman dan diri saya sendiri, akhirnya saya memutuskan ikut lagi.
I’m dreamcatcher. Mungkin ada juga yang menyebut saya sebagai orang yang ambisius, perhaps? Atau bisa jadi saya yang tidak pantang menyerah? Bagi saya, jatuh..ya bangun lagi, dan kalo gagal..ya coba lagi! Selalu ada semangat di dalam saya untuk berjuang lagi di lain kesempatan. Saya berusaha menilik kekurangan tahun sebelumnya, dan memperbaikinya di tahun selanjutnya. Meski memang tak semulus yang dikira, saya selalu tersenyum terhadap apapun keputusanNya, bahkan sepahit atau semanis apapun itu. Impian itu kalau nggak dikejar dan nggak diusahakan ya nggak bakal dateng. Itulah saya, seorang pengejar mimpi. Dan bukan hanya mimpi, tapi juga berusaha, berdoa, dan tawakkal.
Terharu sekali rasanya melihat banyak orang yang mendoakan saya, entah itu implisit atau eksplisit, entah itu kamu, dia, atau mereka? Terima kasih atas doanya. Semangat dari mereka membuat saya kuat, ya harus kuat bukan? Kalau nggak kuat, bukan pemuda namanya! Doa mereka lah yang justru membuat saya bertawakkal dalam dua hari kedepan, dimana pengumuman PPAN akan diumumkan di Dispora senin depan, 2 April 2012. Doa tulus yang keluar dari hati mereka tak pelak membuat saya menangis, bila mengingat perjuangan saya selama ini yang mungkin kalian anggap tidak seberapa.
Jatuh bangunnya saya mengejar impian yang berkali-kali belum dikabulkanNya, membuat mental saya ditempa. I prepare the best and the worst of the result! Selalu stay cool ketika sebuah keputusan tidak sesuai yang diinginkan, meski dalam hati bertanya-tanya, apa ya kekurangan saya? Atau apakah Allah Swt belum mengizinkan saya? Dia belum meridhoi saya? Atau malah belajar ke luar negeri adalah sesuatu hal yang buruk ketika saya menjalaninya? Wallahua’lam.
Saya yang dulu sempat minder karena: nggak cantik, bahasa Inggris juga nggak lancar amat, nggak punya orang ‘dalem’, nggak tahu budaya Jambi, perlahan-lahan menepis hal itu. Biar bagaimanapun juga kalau saya belajar jadi lebih baik dan Allah Swt belum merestuinya toh saya juga nggak akan lolos. Dan kalau saya sudah berusaha yang terbaik, Allah Swt menempa mental saya serta melihat seberapa keras perjuangan saya, dan saya juga selalu berdoa kepadaNya, toh kesempatan itu pasti akan datang juga. It’s just a matter of time, Bella, as I always said to my self. Kamu emang nggak cantik, nggak tinggi, nggak ada prestasi bagus, nggak ada relasi orang dalem, nggak tahu budaya Jambi dengan baik, atau perasaan negatif dahulu kala tersebut, membuat saya berupaya mengubahnya. Menggali ilmu dan pengalaman dari mereka yang rejeki ke luar negerinya sudah duluan ada daripada saya adalah hal terpenting. Minder sih pasti, gimana nggak, ketika orang udah mengenal dan mempelajari kehidupan masyarakat luar, saya belum ada apa-apanya. Ilmu mereka justru lebih banyak daripada saya bukan? Tapi saya biasa-biasa saja, menganggap mereka juga pasti dahulunya sama seperti saya. Pernah jatuh berkali-kali, dan kemudian diberikan izin olehNya. Sekali lagi, ini adalah masalah waktu. Kapan Allah Swt mau mengaulkan permintaan kita, semua keputusan ada di tanganNya.
Satu hal yang mungkin nggak bisa saya sembunyikan ketika gagal adalah kecewa. Perasaan ini memang lumrah bukan? Kita sudah berharap, namun Yang Maha Kuasa belum mengizinkan. Pernah saya kecewa dan sangat bertanya-tanya kenapa Allah Swt belum memberikannya? Kenapa malah memberikan kepada mereka yang baru sekali atau dua kali mencoba? Lama kelamaan saya jadi sadar, bahwa pertanyaan saya itu salah banget! Saya nggak boleh meragukan keputusanNya, saya harus selalu berpikir positif terhadapNya, dan saya harus bangkit lagi dari kegagalan! Saya pun mengamini ayat Al-Qur’an ini: “Boleh jadi kamu menyukai sesuatu, tetapi Allah Swt membencinya. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, tetapi Allah Swt menyukainya.” (ini surat apa saya lupa teman-teman, mohon dikoreksi jika ada yang tahu)
Kalau boleh saya interpretasikan ayat yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia itu berarti seperti ini: boleh jadi apa yang selama ini saya cita-citakan bagus untuk saya, mungkin itu ternyata tidak sesuai dengan apa yang dikehendakiNya, dan bahkan bisa jadi sesuatu hal yang saya benci malah diridhoinYa, who knows right? Untuk itulah saya selalu percaya apapun keputusan yang diberikan Allah Swt kepada saya. Termasuk keputusan yang mesti saya lihat dan dengar senin besok. Rasa deg-degan pasti, bertanya-tanya, dan berharap yang terbaik. Satu pinta saya kepada Allah Swt, kalau memang ini sudah jalan Bella, izinkan Bella ya Allah, ridhoilah..kabulkanlah.. Ataupun jika itu bukan jalan Bella saat ini, tegarkanlah Bella, kuatkanlah hambaMu ini untuk kesekian kalinya, hingga Engkau benar-benar mengabulkan impian ini. Jadikan Bella sebagai perempuan yang tidak sombong, tidak ambisius, dan selalu semangat meski kalah. Impian saya adalah menjadi yang terbaik dan mampu memberikan yang terbaik bagi keluarga, teman, dan masyarakat Jambi :’) Maka dari itu, berikanlah keputusanMu yang terbaik tahun ini..
4

copast dari blog ketua Sahabat Ilmu Jambi yaitu kak bella maulina yang melakukan perjalanan di pagi hari menuju tempat yang bersejarah di jambi. cerita pengalaman ini di harapkan agar pemuda pemudi jambi kelak akan dengan bangganya membawa nama jambi ke penjuru dunia. berikut ini adalah salah satu tempat bersejarah di jambi. cheks this out !!


Menara Air: Awalnya Milik Belanda, Kini?

Perjalanan minggu pagi itu (11/03/2012) membawa saya, Kak Ruth, Ein, Lova, Mas Kelik, Mas Pras, Kak Eko, Rizki, dan Mas Hanif memiliki pengalaman baru dalam sejarah tur. Minggu pagi biasanya diisi dengan menonton televisi, bangun tidur yang agak molor, atau bahkan membereskan kamar. Rutinitas itu pun berubah seketika pada minggu lalu, piknik dengan berjalan kaki sambil mengenal Jambi dari sudut-sudut kecilnya menjadi kenangan tersendiri bagi peserta tur pertama Jambi Punyo Crito. Alhasil setelah selesai tur, 11 Maret merupakan awal kebersamaan orang-orang pecinta jalan-jalan .
Kami melewati berbagai kehidupan pagi itu. Setelah berkunjung ke dua tempat tur, Monumen Pelajar Pejuang/Tentara Pelajar Sriwijaya dan Mesjid Agung Al-Falah, kami beranjak ke Menara Air PDAM yang terletak di samping SD N Al-Falah. Setelah disuguhi dengan beragam aktivitas di kawasan Simpang Mangga, Simpang Bata, dan Pasar Angso Duo, kami pun menginjakkan kaki di tempat tadi. Dalam benak saya sebelumnya, menara air ini bukanlah sesuatu yang unik. Namun pepatah tak kenal maka tak sayang tampaknya benar. Justru menara ini punya kisah yang membuatnya unik.
Saat matahari pagi beranjak naik, beberapa manusia memulai aktivitasnya. Entah sebagai pekerja di seputaran pasar, satpam, tukang ojek, hingga petugas di menara air kami temui. Kami pun termasuk masyarakat Jambi yang juga memiliki aktivitas yang nggak biasa pagi itu. Jalan kaki dalam mengenal Jambi pun berhenti di menara air. Disana kami bertemu dengan seorang satpam dan petugas operator PDAM di bagian belakangnya. Sayangnya tidak satupun dari kami yang ingat nama dua lelaki itu. Dan untungnya, saya lebih dahulu survey ke tempat ini beberapa waktu sebelumnya.
Bersama teman-teman tur, saya menceritakan kembali informasi yang saya dapatkan dari Pak Edi dan Pak Imam, dua petugas operator yang kebagian shift siang dalam menjaga sirkulasi PDAM ini. Ternyata ada beberapa fakta mengejutkan bagi saya dan teman-teman yang tidak diketahui sebelumnya. Ya, menara air ini dulunya dibangun oleh penjajah dari negara kincir air, Belanda. Kokohnya bangunan milik Belanda sejak zaman penjajahan ini terbukti hingga saat ini. Meski tidak dicat ulang oleh pemerintah Jambi, namun kemegahan berdirinya menara air menunjukkan bahwa dulunya ia memiliki arti penting bagi pemerintahan Belanda.
Makna tersebut terekam dalam dua hal.  Belanda menggunakan menara air ini sebagai benteng dimana mereka dapat memata-matai musuh dari ketinggian mencapai 100 m yang melewati Sungai Batanghari. Ketika anda berdiri di lantai paling atas menara air tersebut, Jambi pun terlihat jelas dari berbagai arah, bahkan hingga daerah Simpang Kawat dan daerah pedalaman Seberang terlihat dari atas menara ini. Fungsi kedua adalah mengaliri air hujan ke rumah-rumah penduduk yang saat itu mendiami Jambi. Hingga sekarang pun, menara air ini mengaliri air ke rumah penduduk yang berada di kawasan Pasar dan Jambi Timur. Untuk hal pertama, di sepanjang daerah ini memang dulunya dikuasai Belanda. Sebuah benteng megah pernah berdiri di Mesjid Agung Al-Falah, sepanjang jalur Museum Perjuangan Rakyat Jambi hingga SMP N 1 Jambi adalah bukti dimana kekuasaan Belanda pernah bernaung di bumi pinang ini.
Menara air ini juga menyimpan sejuta misteri. Pak Edi mencontohkan, penampakan ‘sesuatu’ sering terjadi di dalam menara air tersebut. “Menara air yang tinggi yang berada di tengah dan diapit dua bangunan ini meyimpan kisah misteri. Kalo ndak kuat naik hinggo ke atas, jangan naik. Kalo idak, kepala bakal pusing. Selain itu, soal penampakan yang misterius jangan lagi ditanya. Sering nian ‘liat sesuatu’ di menara itu,” kata Pak Edi yang juga memberi tahu saya soal dahulu kala terdapat makam Putri Ayu di sekitar area menara air ini.
Teman-teman yang mendengarkan ini cukup antusias. Terlebih lagi ketika saya mengkroscek informasi kepada Kak Ruth dan Kak Eko yang sengaja mengelabui bahwa mereka pernah naik ke atas menara, dan itu sangat mustahil dilakukan. Selain kita harus memiliki izin dari pihak PDAM dan kunci untuk membuka menara, kita juga harus siap mental. Menara air ini jika dilihat dari luar memang terlihat seram. Ia tidak dicat, dan bahka banyak bagian yang menurut saya perlu perawatan serius dari pemerintah. Wajar ketika orang ingin menaiki menara ini dia harus siap mental, pikir saya.
Sayangnya bangunan Belanda ini tampak kurang terawat dibandingkan beberapa bangunan lain yang bercat biru. Bangunan PDAM berwarna biru tersebut menurut Pak Edi merupakan bangunan baru, ia dibangun sejak 1980-an. Warna cat biru pun mudah diaplikasikan di beberapa bangunan itu, tidak seperti menara air Belanda yang agak rumit. Sepintas menara air milik Belanda ini bentuknya sama dengan menara air di Jelutung, namun perbedaannya adalah menara air di Jelutung dicat oleh sponsor operator seluler, sedangkan menara air di daerah Putri Ayu ini dibiarkan catnya mengelupas begitu saja. Tidak dicat ulang, tidak memiliki sponsor, dan terkesan menyeramkan.
“Untuk ngecat ulang menara disini butuh biaya yang banyak, Mbak. Bentuknya juga lebih rumit daripada yang di Jelutung. Wajar saja kalau operator seluler berkeinginan mengecat menara air disana, karena desain bangunannya nggak rumit seperti milik peninggalan Belanda ini,” tuturnya. Ya, semoga saja peninggalan Belanda ini masih kuat untuk beberapa tahun ke depan dengan atau tanpa dicat oleh sponsor atau pemerintah Jambi. Yang tidak diinginkan adalah, anak muda akan seolah-olah apatis terhadap bangunan yang justru dahulunya memiliki sejarah ini. Sejarah yang menunjukkan bahwa upacara bendera kemerdekaan RI pertama kali di Jambi, 17 Agustus 1945, justru diadakan di sepanjang menara air dan Museum Perjuangan Rakyat Jambi ini. Oh, jangan sampai keapatisan itu terjadi bukan? (Bella Moulina)

Menara Air PDAM di samping SD N Al-Falah

24 Maret 2012 merupakan hari pertama di adakannya kegiatan dare to dream oleh Sahabat Ilmu Jambi. maksud dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan adik-adik dengan sesuatu hal yang akan menjadi cita-cita mereka kelak bertujuan untuk menambah pengetahuan dan wawasan adik-adik tentang cita-cita. kegiatan dare to dream pertama di isi oleh bintang tamu yang luar biasa super keahliannya di bidang melukis, dia merupakan pelukis muda yang di miliki provinsi jambi dan telah memiliki sekolah seni, Pria berbakat ini bernama Bona Pakpahan. di acara ini kak bona menceritakan gimana dia meraih mimpinya, apa-apa saja pengalamannya selama menjadi pelukis dan kiat-kiat untuk melukis mimpi. Kak bona juga mengajarkan adik-adik panti teknik dasar dari melukis sebuah gambar, berikut foto kak bona sedang menjelaskan dan di perhatikan dengan sangat antusias oleh adik-adik asuh






setelah kak bona ngejelasin, adik-adik asuh di bagi buku sketsa sebagai wadah untuk mereka melukis mimpi mereka, adik-adik di suruh membuat gambar sesuai dengan cita-cita mereka, berikut ini fotonya









 
sepanjang aktivitas, tim DAAI TV gak pernah berhenti ngeliput, makasih buat mbak vince dan mas bannu :) suasana sedikit berubah waktu semua sedang serius menggambar, tiba-tiba ada yang nyanyi indonesia pusaka, secara spontan di ikutin sama semua adik asuh dan juga gak kalah kakak asuh ikut nyanyi juga, suasana benar-benar seru, apa lagi di hiasi dengan lagu indonesia pusaka yang mengalun dengan lembut. setelah selesai menggambar mimpi mereka adik-adik asuh harus mengumplkan gambar mereka ke kak bona. ini beberapa hasil dari gambar mereka 


naa tiba laa di penghujung acara, karna hari udah sore maka udah saatnya berpisah, gak lupa buat ngasih kenang-kenangan ke kak bona dan foto bareng.










hari ini bertepatan dengan tanggal 23 maret 2012 taman baca Sahabat Ilmu Jambi resmi di buka dan akan mulai aktif dari hari senin. hari ini juga kita anak-anak sahabat ilmu jambi di liput oleh tim dari televisi lokal jakarta yaitu DAAITV, mereka tertarik untuk ngeliput kegiatan sahabat ilmu jambi selama 2 hari, hari ini saat launching dan besok dalam acara DARE TO DREAM. terima kasih buat mbak vince dan mas banu crew DAAI TV yang udah bersedia datang ke jambi untuk meliput SIJ. ada 3 relawan yang di wawancara oleh crew DAAITV, mereka adalah bang Rio, ulli, dan ein. selain di liput dan launching taman baca, para relawan juga nerima seragam baru, dan akan di pakai buat acara DARE TO DREAM BESOK.
selain itu taman baca SIJ juga kedatangan donatur buku kak dan kak yang juga merupakan . selain mengantarkan buku-buku buat taman baca, kak dimas dan kak alumni australia-indonesia youth exchange program tahun 2010 dan 201, mereka juga memberi informasi yang luar biasa bagusnya buat relawan SIJ yang ingin menjadi youth exchange tahun 2012. mereka share soal pendaftaran yang di selenggarakan oleh dispora jambi, mereka ngasih tau syarat-syarat yang harus di penuhi untuk mengikuti pertukaran pelajar ini

teman-teman relawan tetap semangat ya, jangan lupa besok kita ada acara yang sangat di tunggu-tunggu dengan bintang tamu yang luar biasa prestasinya, penasarankan? yooookk datang beramai-ramai ke panti Madinatul aitam besok siang ya

hati di akhir pekan

star mulai dari jam satu menempuh perjalan yang menjadi saksi bisu perjuangan mengubah diri selama ini, unja pasar yang jauhnya dari mendalo tidak bisa di gambarkan dengan denah tidak pernah menyurutkan niat untuk pergi selagi motor masih setia menemani. sepanjang perjalanan yang menggangu pikiran adalah alasan untuk kabur jam setengah 3 nanti apa? karna kuliah berakhir jam setengah 4 akan tetapi jam 3 aku harus di panti. banyak sudah ide-ide jahat yang muncul di benak, tapi ya sudah lah lalui saja, biarkan dia mengalir bagai air. aku heran, aku tidak pernah merasa membawa motor ngebut, tapi kenapa semua komplain dengan kecepatan ku membawa motor.
oke, jam setengah tiga gelisah mulai menyerang. memutar otak untuk kabur dan ternyata si ABBI *panggilan sayang buat guru ict* ngebaca isi pikiran jadi kuliah di selesaikan dengan cepat. gak nunggu yang lain keluar aku udah keluar duluan dan langsung tancap menuju panti, ehh ternyata sampai disana yang lain juga baru datang *ngaretnya kebangetan*
kangen banget sama mereka semua, kangen sama kebandelan mereka, kangen sama kenakalan mereka, kangen sama tawa mereka, kangen semua sisi dari kalian deek :*
seperti biasa syifa, satrio, dan dwi selalu aja yang ada duluan tapi asik dengan dunia mereka sendiri lari-larian. di susun dengan kedatangan satu per satu personil DARUL AITAM, tambah ganteng semua adek kakak ni :)
hari ini materi ngebahas tentang pelangi yang warna warni, pokoknya penuh warna seperti para relawan yang penuh semangat baru dengan tujuan masing-masing untuk memajukan pendidikan anak-anak generasi muda penerus bangsa. ng-games yang seru banget walau cuma aku yang di hukum padahal aku yang mimpin game, seru banget walau ada sedikit inseden satrio dan dwi yang dorong-dorongan sehingga menangis keduannya, satrio nangis karna merasa bersalah sedangkan dwi nangis karna kesakitan.
selesai game, pendampingan di mulai riki dan jefri menghampiri aku dan kak hasna, mereka punya PR minggu lalu hitung-hitungan, aku dan kak hasna mengasah logika matematika mereka terlebih dahulu sebelum mulai masuk materi tentang pelangi. setelah itung-itungan aku mulai menjelaskan tentang pelangi, tentang proses terjadinya pelangi, tentang hal yang berhubungan dengan pelangi, dan memberi mereka tugas membuat puisi dan cerita tentang pelangi.
ini tulisan riki


dan ini tulisan jefri


ini foto sama kak hasna, riki, jefri

ditengah pendampingan, aku di panggil tiara seorang relawan baru, dia minta tolong menenangkan satrio karna tak henti meneteskan air mata dari tadi, dia kewalahan menghadapi satrio dan dwi, aku juga bingung apa yang harus di lakukan, aku dekati satrio, aku sentuh pipinya mengusap air matanya, lalu menatapnya lekat dan mulai membujuknya, awalnya aku sempat frustasi karna dia hanya diam sedangkan air matanya terus mengalir, kemudian aku dekat kan wajahku kewajahnya sembari bertanya "satrio pilih coklat apa permen?" mulai terlihat ada respon, dia menarik jilbab ku agar aku mendekatkan kupingku ke arahnya, dia ingin berbisik. aku tak percaya dengan apa yang di bisikkannya itu, dia bilang gini "rio maunya minta maaf sama dwi" kemudian air mata menetes lagi dari ujung mata kanannya, aku peluk rio kemudian melirik dwi yang asik menggambar pemandangan denga pelangi yang indah, kusentuh tangah dwi yang sedang mewarnai gambarnya, membujuknya untuk memaafkan rio, dwi hanya menggeleng aku tapi aku tak berhenti sampai di sana ku bujuk terus dan masih tetap sama di balas dengan gelengan, air mata mulai menetes lagi dari kedua mata rio. ku sentuh kepala dwi, ku ajak dia melihat rio yang sedang menangis, aku yakin dia pasti tersentuh walau mungkin anak kecil usia 3 tahun belum mengerti begitu, kemudian adegan yang benar-benar membuat ku terharu, dwi menyentuh wajah rio dengan kasar tapi maksudnya menyapu air mata rio, kemudian menarik kepala rio dengan kasarnya untuk di peluk di ketiaknya. anak-anak pintar *bathinku*
bercanda bersama mereka, luar biasa indahnya, bersama sulli yang ngaku jomblo dan ngajak aku malam mingguang :D, juki yang marah-marah karna aku jarang membalas smsnya, lutfi yang selalu bilang kakak jangan cium pipi kami :D, mario yang superduper hyperaktif dia emang degil tapi dia benar-benar anak yang baik, padahal aku hanya bercanda meminta jatah coklat dan oreonya yang akan dia masukkan kedalam mulut akan tetapi dia lebih memilih memberikan pada ku, kakak sayang kalian semua dedek :*


THE FIRST TIME IN SAHABAT ILMU JAMBI

Berawal dari satu sore ketika melewati sebuah lorong bersama dengan saudari Aulia siltawani, di saat itu lah aku mengenal SIJ ( SAHABAT ILMU JAMBI ) lembaga relawan yang menebarkan ilmu di jambi. Saat itu ulli menawarkan aku untuk bergabung, tentu saja aku mau dan meminta tolong ulli untuk mengenalkan aku kepada kak bella ketua SIJ karna ullik kenal dengan kak bella. Singkat cerita akhirnya aku bergabung dengan SIJ. Siang sabtu sekitar jam 13.00 aku pergi dengan ulli ke sekre SIJ di sana kami mendengarkan pengarahan dari kak bella. mengajar adalah hal yang paling saya khawatirkan karna saya takut tidak mampu menyampaikan sesuatu dengan baik, apalagi ketika kak bella berpesan “ jangan kaget ya, adik-adik di panti hyperaktif “ sempat sedikit membuat aku gugup apa yang harus aku lakukan ketika menghadapi mereka ? Ya ALLAH, aku jadi bingung tapi itu tidak menyurutkan niat ku untuk bertemu dengan mereka, itu semakin menantangku untuk menguji sejauh mana aku bisa berguna bagi orang lain. Kami di ajak kak bela ke panti asuhan DARUL AITAM sepanjang perjalanan aku mencoba menenangkan hati dengan mengajak ulli berbicara, Aku juga sempat berdoa di dalam hati “ YA ALLAH, semoga mereka tidak akan bertanya yang macam-macam karna tentu saja ilmu ku masih sangat sedikit. Semoga semua berjalan dengan lancar YA ALLAH, AMIN”. Papan nama panti asuhan darul aitam sudah terlihat dari awal lorong, perasaan grogi semakin besar, apa lagi setelah memasuki halaman panti aku benar-benar merasa gugup tingkat dewa, mungkin orang lain bisa membaca senyuman canggung yang aku pasang bahkan aku bingung untuk berekspresi bagaimana, apa lagi ketika salah satu di antara mereka berkata “baru lagi. .” trus di susul dengan yang lain “iya baru trus, kak bella kok makin lama kakaknya makin berkurang trus wajah-wajah baru trus kami jadi bingung kak. Berangsur-angsur hilang nanti ujung-ujungnya tinggal satu orang” kami hanya bisa tersenyum tanpa arti yang jelas. Pikir ku “YA ALLAH, mereka terlalu pintar. Ternyata aku akan berhadapan dengan anak-anak cerdas. Bagaimana ini ?”. kak bella mengambil alih untuk membuka kegiatan dan memberi sedikit pengarahan, benar kata kak bella mereka semua hyperaktif, ketika aku memperkenalkan diri kata ulli aku telah mempermalukan namaku sendiri karna mereka semua tertawa melafalkan nama awalku, tapi tidak begitu yang kurasa, aku tidak merasa telah di permalukan tapi aku merasa bangga karna mereka ternyata memperhatikan apa yang aku sampaikan dan mempraktekkannya, aku tidak di acuhkan seperti beberapa orang sebelum aku yang memperkenakan diri, tidak ada yang memperhatikan dengan baik sebagian dari mereka sibuk dengan imajinasi dengan masing-masing dan dunia masing-masing akan tetapi tidak untuk ketika giliran diriku karna mereka semua mencoba menyebutkan nama ku meski di pleset-plesetkan dan yang paling penting mereka semua tertawa berarti aku telah menebarkan sedikit kebahagiaan :D
Karna itu hari pertama jadi aku belum memiliki adik asuh yang tetap, jadi aku menampung siapa saja yang ingin bermain dengan ku, ketika aku sedang duduk memperhatikan yang lain adik kecil yang awalnya duduk di pangkuan ulli datang ke pangkuanku dia anak pertama yang aku kenali, aku bingung apa yang harus aku lakukan. Aku ajak dia berkenalan, subhanallah suaranya begitu kecil sampai-sampai aku tidak mendengar apa yang dia katakan aku menebak bahwa dia ini anak yang pendiam, lebih dari 3 kali aku menanyakan namanya dan sebanyak itu pula aku tidak mendengar apa yang dia katakan, aku makin bingung, sekarang aku yang agak tuli atau memang suara dia yang terlalu kecil, jadi aku putuskan saja untuk bertanya dengan ulli dan ternyata nama adik ini adalah syifa nama yang cantik, nama idaman ku ketika masih kecil. Kami diam untuk beberapa saat, dia sibuk memainkan gelang tanganku, aku pikir dia menyukainya lalu aku lepaskan gelang itu niat ku untuk memberikan kepadanya tapi ternyata dia malah memasangnya kembali ketangan ku, aku merasa lucu karna dia mencoba memasangnya akan tetapi dia tidak bisa lalu ku pasang sendiri gelang itu kemudian memberikan tangan ku kembali padanya, satu hal yang sangat menakjubkan dia tidak mau duduk di karpet dia hanya mau duduk di pangku saja, padahal kaki ku sudah mulai keram terpksa aku tahan. Aku mulai memberanikan diri untuk bertanya lagi tentang apa saja yang dia lakukan hari ini, apa dia sudah mandi, dan apa dia sudah mandi ?, aku benar-benar kaget dengan perubahan yang terjadi, dia bercerita dengan sangat bersemangat, dia bilang tadi siang dia dari jalan-jalan naik kuda dan gajah. Aku tidak tau entah di mana dia menemukan binatang tersebut akan tetapi yang pasti imajinasinya sangat tinggi bahkan dia tau ketika aku tanya bentuk kuda dan gajah, katanya “ kalau gajah punya hidung yang panjang kalau kuda punya bokong yang panjang (mungkin maksudnya ekor)“ aku tertawa mendengar perbedaan yang dia berikan antara kuda dan gajah, aku jadi geram untuk menciumnya, eh dia malah balik mencium :D. Itu syifa anak usia sekitar 2 tahun yang awalnya pendiam tapi ternyata sangat lah aktif, daya ingatnya juga tinggi, dia mampu mengingat gambar yang telah di warnainya hari itu dan tau apa-apa saja nama dari gambar tersebut,



super sekali YA ALLAH. Ketika mewarnai dia lebih banyak menggunakan warna kuning, aku rasa dia suka warna kuning.
Ketika syifa pergi untuk mandi, aku kembali melihat-lihat yang lain. Dan satu bocah laki-laki yang sedang asik menulis menarik perhatian ku, aku menghampirinya. Dia bocah usia 6 tahun yang ternyata belum bisa membaca namanya satrio, sebuah nama yang keren dan dia anak kedua yang aku kenali. Dia menulis dengan crayon berwarna biru, warna favoritku. Aku tanya apa dia suka warna biru, jawabnya tidak tapi dia suka dengan warna yang sedang dia gunakan untuk menulis saat itu, aku tertawa kecil ternyata dia belum begitu tau tentang warna, aku beritahu dia bahwa warna yang dia gunakan itu warna biru dan itu warna favoritku, lalu dia berkata “jadi aku sama kakak suka warna yang sama ya” dengan ekspresinya yang datar menatap kertas yang di coret tanpa menoleh sedikit pun ke aku, BINGO! Anak pintar. Aku ajak dia untuk high five dan dia pun menoleh dan tersenyum setuju :D
Aku masih punya satu orang luar biasa lagi, SULLI anak kelas 1 SMP yang telah 7 tahun berada di panti DARUL AITAM, aku terarik dengan gayanya yang agak berbeda dari yang lain Dia selalu menenteng buku bacaan motivasi. Aku dekati dia, anaknya asik ternyata dia bahkan curhat tentang pacarnya 3 orang dan hari itu akan menjadi 4, subhanallah ini anak setia juga (setiap tikungan ada). Aku banyak tertawa ketika bercerita dengannya, minggu depan kami punya janji untuk bermain gitar dan dia menjanjikan satu puisi untuk ku minggu depan.
Dua jam berjalan dengan sangat cepat sekali. Aku hanya baru bisa akrab dengan 3 orang anak mungkin karna hari pertama, tapi aku berjanji dengan diri ku sendiri minggu depan aku harus bisa akrab dengan semuanya, HARUS !!
Terima kasih atas kebahagiaan hari ini anak-anak yang luar biasa, terima kasih juga untuk kak bella yang memperbolehkan ku untuk bergabung, terima kasih untuk semua SAHABAT ILMU JAMBI :D
SIJ- MENEBAR ILMU MEMBUKA CAKRAWALA !

SIJ – Sahabat Ilmu Jambi

dan terakhir ini adlh cerita dr ana,ayo nikmati tulisan dy. nti akan ada lgi tulisan slnjutnya d bagian lain:)

Ana tau SIJ ini dari FB kak Bella. Waktu itu lagi gak ada kerjaan, eh gak sengaja lihat ada catatan diberanda FB Ana. Gak tau, kayaknya ada faktor yang mendorong Ana untuk baca catatan itu. Selesai dibaca. Ana berminat karena mungkin cita-cita Ana sewaktu kecil itu jadi guru dan memang menyukai anak-anak.
Relawan SIJ itu bagi Ana udah kayak keluarga. Pertama kali masuk SIJ itu masih canggung, masih malu, dan 1 lagi, kayak sejenis pesimis gitu karna hanya Ana satu-satunya relawan SIJ yang statusnya masih sekolah. Berasa pling kecil, paling muda. Tapi seiring waktu berjalan. Ada juga anak SMA yang mau gabung. Mengucap syukur, seenggaknya punya teman seangkatan:).
Ana kayak menemukan keluarga baru selain Ayah, Ibu, Kakak, Adik, Tante, Om, Bibi, Paman, Kakek, Nenek, Oma, Opa dan Sahabat. Gak jarang setiap ketemu sama kakak dan teman SIJ, pulangnya Ana jadi nangis, terharu tepatnya. Ada aja kebaikan kakak-kakak dan teman-teman SIJ sama Ana. Ana juga seperti menemukan sosok kakak yang selama ini Ana rindukan atau menemukan sosok seorang abang yang Ana inginkan, Ana merasa terlindungi. Ana anak ke-2 dari 3 saudara, Ana punya kakak perempuan dan kepengen punya kakak laki-laki. Tapi mungkin Allah punya jalan sendiri, Ana gak diberi izin punya kakak laki-laki dan mungkin juga perempuan.
Menurut kalian, apa sich yang diketahui anak kecil yang berusia 3 tahun 1/2? Ana bahkan gak tau atau tepatnya lupa gimana waktu kakak Ana pergi dan Ana juga lupa gimana wajah kakak Ana. Yang Ana tahu, kakak Ana itu baik, cantik alisnya tebal, bulu matanya melentik, itu yang sering diceritakan Ayah Ana. Ana punya foto terakhir Ana dan kakak Ana waktu udah besar, tapi sekarang foto itu hilang ntah kemana. Padahal foto itu foto satu-satunya waktu usia kakak Ana sekitar 4 tahun dan Ana sekitar 3 tahun. Ana hanya punya foto kakak Ana waktu masih bayi. Kakak Ana pergi sekitar 4 tahun 1/2, beda 1 tahun dengan Ana. Kami memang beda 1 tahun, tapi bulan kami berdekatan dan ultah kakak Ana menuju ultah Ana hanya beda 2 minggu. Ana sayang banget sama kakak Ana, tepat ulang tahun kakak Ana yang ke-17, Ana berdo’a semoga kakak Ana tenang disana, selalu lihatin Ana dari atas sana, lihatin adik tercantiknya ini (ya iyalah, sejelek-jelek nya Ana. Masih cantik Ana lah dari pada adik Ana, adik Ana kan cowok, gak mungkin dibilang cantik) Ana do’anya sampe nangis

*rapat 03 Desember 2011
Rapat kemarin seru, senang dech sama gamesnya, sempat panik waktu Ana gak tau siapa sahaat misterius yang ada di kertas itu. Untung aja Ana tau siapa:). Tapi Ana benar kaget loh sama jawaban kak Rini, Ana aja gak sampai kepikiran kalau itu mendeskripsikan diri Ana. Ana kirain kak Bella buat tentang Ana tuh “salah satu relawan SIJ yg masih bersekolah dan terbilang pendiam” atau sejenisnya gitu, eh ternyata bukan. Jadi malu.
Mau meralat sedikit kak. “muda” ya mungkin Ana bisa dikatakan relawan yang paling muda dan kecil serta unyu (biasanya kalau muda, kecil itu disertai unyu juga kak:D). Kalau Lia mungkin lahir ditahun yang sama, tapi mungkin bulannya diatas Ana. Karna Ana lahir dibulan-bulan akhir gitu. “tak membuatnya patah” patah apa ni kak? Patah tulang atau patah hati? Hehe. “orang mengikuti kegiatan SIJ, terbukti dia selalu on time ketika datang rapat” Ana bukan orang yang on time loh kak sebenarnya. Ana on time karna diberi motivasi. Bukan adik asuh aja yang diberi motivasi, tapi Ana sebagai kakak asuh juga diberi motivasi. Dan sadar gak sadar, orang yang memberi motivasi ke Ana itu kak Bella. Kenapa gitu? Karna Ana masih ingat, sehari sebelum terjun kelapangan alias kepanti. Kita mengadakan rapat dimuseum untuk menentukan adik asuh. Ana datang telat, jauh banget dari perjanjian. Janji datang jam 1, eh malah sampai disana jam 3. Tepatnya itu tanggal 7 oktober 2011, sehari setelah ultah Ana. Haha:D promosi sedikit. Jadi ceritanya gini.

**********

Hari Jum’at, dimana hari yang paling repot (selain hari minggu) bagi Ana, tugas dimana-mana, buku pelajaran berserakan diatas kasur. Dengan pikiran ketugas sekolah. Ana keluar rumah menuju keluar lorong rumah Ana untuk mencari angkot. Lama banget nunggunya, angkotnya gak datang-datang, lihat kepangkalan ojek tapi gak ada 1 pun ojek. Akhirnya nunggu ojek yang keliling-keliling gitu. Banyak banget yang lewat, tapi semua ada penumpangnya. Mau gak mau, nunggu angkot. Setelah dapat angkotnya, pergi dech kemuseum, tapi sayangnya didekat Jamtos lagi macet, karna waktu itu heboh sama iklan Jamtos ”rumah misteri”, sabar lagi nunggunya. Macetnya sampai pasar keluarga. Akhirnya sampailah dimuseum jam 3 kurang 20 menit mungkin.
“nah, ini dia orang yang ditungguin” kurang lebih gitu dech kata kak Bela.
Ana nyengir aja, kayak gak punya salah. Lalu duduk dan rapat pun dimulai.
Ana tau, kak Bella gak punya niat buat nyindir Ana atau gimana. Tapi jujur, kata-kata itu seakan nusuk banget, menujam jantungku, OKE yg ini terlalu lebay. Pokoknya intinya begitu.

**********

Jadi sejak itu Ana mikir “mereka nungguin Ana? Ya ampun. Berasa jadi adik paling bungsu dech, disayangi gini”
Akihrnya Ana bertekat gak mau buat kakak-kakak SIJ repot-repot nungguin Ana, jadi sebisa mungkin Ana datang tepat waktu. Mungkin bukan motivasi sich, tapi sejenisnya lah. Dan salah satu alasan kenapa Ana sering gak bisa kalau rapat hari Jum’at itu karena hari itu rempong dech hidup Ana.
Ana berharap SLJ bisa lebih maju dan disiplin juga sich dalam waktu. Sejujurnya catatan Ana yang sebelumya ‘Menaklukan Sang Waktu’ copas dari teman Ana itu untuk relawan SIJ agar bisa menaklukkan waktu, jangan waktu yang menaklukkan kita. Suatu saat nanti kita akan menyesal telah menyia-nyiakan waktu karna waktu gak bisa diputar. Kalau bisa Ana juga mau memperbaiki kesalahan-kesalahan di masa lalu. Tapi itu mana mungkin.
Tapi kembali lagi kebelakang, kita hanya manusia biasa, terkadang ada aja halangannya untuk mencapai apa yang kita mau, ada aja cobaan nya.


Ya sudah, segitu dulu dari Ana



-wasalam-

_Ana_

Author Name

{picture#https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMwaZqMXcYWrJhR95XjqxhrPUUYAhLD0YLanRuZ2FOabSGs2wUjYhVKIynZO0wghW6CHPZMcYtdkGYaIfwFniEvADn4oibR38sK8il2Xo2CiPxTq0IUBnjc0mTq9wHwrgXpnZb_40ebkI/s1600/SIJ+Logo.png} Sahabat Ilmu Jambi Menebar Ilmu Membuka Cakrawala {facebook#https://www.facebook.com/sahabatilmujambi} {twitter#https://twitter.com/sahabatilmujbi} {google#https://plus.google.com/+RikkySuryadi} {youtube#https://www.youtube.com/watch?v=CNkT08BrWk8} {instagram#https://www.instagram.com/sahabatilmujbi}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.