Latest Post

Hari Ini Bersama Sahabat Ilmu Jambi

Begitulah tagline kami, Sahabat Ilmu Jambi. ^_^ Kami, relawan Sahabat Ilmu Jambi sudah enam kali berkunjung ke panti asuhan, termasuk hari ini. banyak cerita yang kami peroleh selama berada di panti. Cerita yang menyenangkan, sedih, hingga menyebalkan kami dapatkan. Btw, karena saya sendiri sebagai penulis tadi berkunjung ke Panti Asuhan Darul Aitam, jadi saya lebih banyak cerita pengalaman saya dan teman-teman di Darul Aitam (DA) dibanding Panti Asuhan Madinatul Aitam (MA).
Sebelum berangkat ke panti tadi, kami para relawan berkumpul dahulu di lapangan tenis Universitas Jambi di daerah Telanai. Icha, Ana, Putzai, Irna, Dewi, Desi, Ein, Rara, Fani, Rini, Suci, Yani, dan saya sendiri membahas apa saja yang perlu diberikan kepada adik asuh ketika berada di panti tadi. Nggak hanya itu saja, pembahasan seputar apa yang terjadi di panti selama beberapa minggu juga diutarakan. Kebanyakan dari teman-teman relawan mengeluhkan sikap adik asuh yang agak rewel. Well, meski begitu saya terus memotivasi mereka untuk tetap semangat menghadapi adik asuh dengan tipe begini. Saya percaya di balik kerewelan mereka, adik asuh di kedua panti tersebut cerdas-cerdas kok ^_^
Selang beberapa jam, kami pun memutuskan untuk beranjak dari lapangan nan hijau tersebut. Kami kemudian menyebar ke dua panti, tim pertama ke MA dan tim kedua ke DA. Saya sendiri masuk ke DA, disusul oleh Lia, Taufik, dan Andi yang juga turut hadir di kegiatan kali ini. Guys, can you guess? Kondisi panti tadi riuh banget. Ketika kami datang, suara-suara adik asuh mulai berkumandang, hehe.. Saya yang sedari awal mewanti-wanti teman-teman untuk bersikap baik kepada semua adik asuh agak sedikit bingung juga. Adik asuh di DA memang butuh kesabaran yang esktra ketika menghadapi mereka. Nggak sedikit suara keras yang saya keluarkan agar mereka turut memperhatikan saya berbicara. Namun begitu kegiatan berlangsung seru lho, meski kami harus melewati momen agak menyeramkan tadi sore :’(
Oke, forget about that. I wanna tell you about our activity few hours ago. Kegiatan berlangsung selama dua jam. Setelah berbasa-basi dengan bapak panti, kami lalu bertemu dengan adik asuh. Satu jam pertama dihabiskan dengan bermain games kata yang dipandu oleh Irna, Icha, dan Dewi. Sementara adik asuh yang masih pre school diajak bermain dan mewarnai dengan Desi dan Lia. Sementara saya agak fleksibel, masuk ke grup ini dan itu, sambil sesekali motret. Saya menonton perilaku manusia hari itu. Saya rasa, menjadi pengamat orang itu asyik sekali :D (abaikan)
Permainan dilakukan oleh tiga kelompok yang dimenangkan oleh kelompok Juki dkk, sementara kelompok lain menduduki peringkat dua dan tiga. Pada permainan games tadi, mereka diberi beberapa kata yang dilanjutkan dengan pembentukan beberapa kalimat. Ketika ini berlangsuung sempat ada momen yang menyeramkan. Kedua adik asuh sempat berselisih dan mengakibatkan salah satunya menghilang tiba-tiba. So sad memang, tapi kami sebagai relawan telah berusaha sebaik mungkin untuk membawa mereka menjadi anak yang baik, bahkan ketika hal yang nggak diinginkan terjadi, kami hanya bisa mengurut dada. Berharap semua akan baik-baik saja setelahnya.
Nggak lama kemudian, kegiatan dilakukan dengan pendampingan tiap kakak asuh terhadap adik asuh. Masing-masing kakak asuh mendapatkan adik asuh mereka sesuai psikologis dan umur mereka. Saya yang kala itu mendapatkan adik asuh yang nggak hadir kakak asuhnya langsung mengajak Jefri, Lutfi, dan Riki. Lutfi adalah anak dari bapak panti, sedangkan Jefri dan Riki merupakan anak titipan orang tua mereka di panti DA. Mereka berdua saya kira berasal dari keluarga tidak mampu, maka dari itu sepanjang ngobrol dengan mereka (sesuai gaya anak muda tentunya) saya bawa nyantai aja, nggak serius, dan berusaha memasuki dunia mereka. Kebetulan mereka bertiga adalah siswa kelas V SD, jadi perilaku dan usia mereka pun sesuai.
Pertama-tama saya ajak mereka berbicara tentang hal yang mereka sukai, pelajaran apa yang membuat mereka senang di sekolah, apa saja aktivitas yang membuat mereka tertarik, dan sedikit cerita soal keluarga mereka. Setelah itu dirasa cukup, saya mulai mengajak mereka untuk merenung bahwa Indonesia membutuhkan generasi yang cerdas (pintar) untuk melanjutkan perjuangan Pak Soekarno-Hatta agar orang Indonesia nggak bodoh. Saya bilang begini ama mereka.
“Zaman dahulu waktu kita belum merdeka dan masih dijajah ama Belanda, Jepang, dan lain-lain, apa kita sudah pintar?” kata saya.
                “Belum kak, masih bodoh. Tapi waktu kita sudah merdeka, kita pintar semua,” ujar mereka bertiga serempak.
                “Nah kalau gitu, apa kalian mau jadi orang yang bodoh? Kalian tentu mau kan melanjutkan perjuangan Pak Soekarno-Hatta supaya orang Indonesia pintar-pintar?” Saya menatapa mereka.
                “Iya kak, mau,” mereka juga menjawab serempak.
                Kemudian saya lanjutkan lagi begini, “Kalian mau jadi orang pintar dan sukses, serta membahagiakan orang di sekitar kalian kan? Kuncinya apa?”
                Mereka sontak menjawab berbarengan lagi, “Belajar kak.”
Sampai disini saya bahagia mendengar pernyataan tulus mereka. Nggak sia-sia saya mengajak mereka mengobrol ngalor ngidur soal hidup mereka, ternyata mereka begitu menyadari peranan penting mereka sebagai generasi penerus bangsa.  Sampai disini saya terharu mendengarnya. Semangat saya berkobar-kobar berkat mereka. Harapan besar saya tumbuhkan kepada mereka, “Meski kalian berada dalam lingkungan yang serba kekurangan, tapi tunjukkan kalau kalian bisa. Tunjukkan kalau kalian mampu dan berhasil kelak, serta meraih cita-cita. Buat keluarga dan orang terdekat bangga dengan kalian ya, dan janji sama kakak kalau kalian akan jadi anak Indonesia yang cerdas ya?” saya mengucapkan kalimat ini dengan tegas. Lalu berkumandanglah pernyataan mereka ini seiring ditutupnya pendampingan adik asuh sore itu. Saya lega, haru, dan menaruh harapan besar kepada hidup mereka. :’)
Di akhir pertemuan, kami memberikan motivasi lagi kepada mereka. Selain itu, pemberian cokelat bagi grup yang memenangkan permainan hari itu juga selesai dilaksanakan. Namun karena sisia cokelat banyak, jadi dibagikan kepada semua kakak dan adik asuh yang ada di panti. Mereka bersuka cita, senang banget dapat hadiah atau makanan pemberian dari relawan. Melihat mereka menengadahkan tangannya bikin saya nggak tega. Mereka begitu bersemangat untuk mendapatkan cokelat seraya berkata, “Kak, minta, kak, kami belum, kak.” Ya Tuhan, sampai disini saya hanya memanjatkan untaian kalimat doa untuk mereka. “Jaga hidup mereka dalam lindunganMu. Bahagiakan mereka di saat jauh dari orang tua. Tuntunlah mereka untuk jadi anak Indonesia yang cerdas dan mampu membahagiakan orang terdekat. Dan bukakan pintu hati mereka untuk tulus belajar, membaca, dan menulis, serta bermain bersama kami.”
Guys, SIJ nggak bakal ada kalau nggak ada komitmen serta kepedulian teman-teman relawan. Saya sangat berterima kasih kepada relawan SIJ yang mau meluangkan waktunya untuk berbagi bersama mereka. Saya nggak bisa memberikan uang ataupun membalas jasa mereka dengan bentuk apapun, hanya doa terbaik agar ilmu yang mereka sampaikan barokah selalu saya panjatkan. Saya percaya relawan ini adalah pemuda terbaik Jambi yang kerjanya nggak cuma jadi anak hedonis saja, saya percaya suatu saat Jambi bakal bertambah baik jika memiliki pemuda seperti mereka ini :’)
Akhirnya, hari ini ditutup dengan senyuman saya kepada mereka. Senyuman ini menaruh harapan besar bagi semua relawan dan adik asuh untuk terus bersemangat saling berbagi, saling menghargai, dan saling menginspirasi. Perubahan besar dimulai dari langkah kecil, dan saya yakin perubahan itu bisa terwujud jika semua relawan mampu berkontribusi nyata bagi Jambi. Kita sebagai pemuda sebaiknya nggak hanya ngomong doang, namun bisa bertindak nyata dalam membantu Indonesia agar lebih baik lagi. Terima kasih, terima kasih, terima kasih..kalian hebat :’)
“Jika seorang pemuda yang berumur 21 tahun namun belum berkontribusi nyata bagi daerahnya dan hanya berpikiran untuk dirinya (hidup hedonis dan berada pada zona nyaman), lebih baik jangan jadi pemuda.” -> quote ini bikin saya kecil hati, apa yang sudah saya berikan bagi Jambi? Mari sadari diri kita, SIJers ^_^

“Sejak kakak semua ada di panti, kami yang dulunya malas belajar kini jadi semangat belajar. Kami sekarang perlahan-lahan mulai suka baca dan nulis berkat bimbingan kakak. Yang paling penting, kami lebih mengert tentang apa yang harus dilakukan, dan kami senang dengan kehadiran kakak.”
Begitulah kira-kira segepok kalimat yang saya dengar dengan tulus, jujur, dan tanpa paksaan dari mereka sore tadi. Saya tidak memaksa mereka untuk berkata yang baik-baik saja tentang relawan SIJ, saya meminta mereka menyuarakan apa yang mereka rasakan terhadap kehadiran Sahabat Ilmu Jambi di tengah mereka. Saya bilang kalau mau kritik kami juga boleh. Tak disangka kalimat itulah yang keluar dari mulut Suli, Juki, Ibnu, dan Miko. So touchy guys :’)
Setidaknya saya punya banyak alasan kenapa ingin mempertahankan komunitas ini tanpa saya harus keluar setelahnya, atau malah membubarkan komunitas ini karena tidak adanya sumber daya manusia yang bisa diandalkan. Setidaknya relawan SIJ perlahan mulai memasuki hati mereka, dengan caranya sendiri, menyentuh kehidupan kaum dhuafa yang masih cilik itu dengan ketulusan hati. Setidaknya adik asuh kami merasa senang ada yang memperhatikan hidup mereka, memperhatikan bahwa masih ada pemuda di Jambi yang peduli dengan masa depan mereka. Setidaknya saya cukup bahagia hari ini di tengah kegalauan hidup yang tak mungkin disebutkan satu persatu disini.
3 Desember 2011 lalu, SIJ memberikan semacam arahan kepada relawan tentang bagaimana seharusnya komunitas ini berjalan. Bertempat di Keiko, saya dan teman-teman saling tukar ide, bercerita soal keluh kesah di panti, memberikan saran untuk relawan kedepannya, dan merumuskan beberapa hal terkait job description relawan dan pengurus agar lebih baik. Ada saran dari salah satu relawan, Rikky, yang menyarankan agar SIJ punya goal setiap bulan atau per dua/tiga bulan agar komunitas ini jelas memberikan arahan kepada relawan, dan kemudian ditindaklanjuti kepada adik  asuh.
Lain lagi halnya dengan kak Meila yang memberikan harapannya agar relawan mau berkomitmen setidaknya dua jam saja setiap minggunya untuk mendampingi adik asuh. Jika relawan beberapa minggu tidak datang, maka kekacauan bukan terjadi pada komunitas ini, namun justru pada adik asuh. Hal ini mulai terlihat jelas ketika setiap minggunya, relawan yang datang ke panti selalu berbeda. Dan menimbulkan kalimat seperti ini yang saya dengar, “Kak, mano kakak kemarin? Kok kakak yang datang tuh baru lagi? Sabtu besok kagek kakak baru lagi yang datang, kek mano kak?” Oh well, dengan bersabar saya bilang, “Tunggu saja kedatangan mereka ya, saat ini hanya beberapa yang datang, tidak apa-apa kan, dek?” Ya, itu segelintir kalimat jujur yang saya dengar setiap memasuki panti Darul Aitam, dimana saya juga mendampingi Juki, Ibnu, dan Ansyah disana.
Kami berusaha menghibur mereka atau memberikan guyonan agar mereka tidak mempermasalahkan hal tersebut. Tapi lama-lama saya jadi kasihan dengan psikologi mereka. Berubah-ubahnya kakak asuh yang datang (tidak tetap dan tidak sesuai dengan kakak asuh yang mereka temui tiap minggu) membuat mereka tentu bingung. Dan kakak asuh yang sudah lama tidak nimbrung juga pasti bingung karena susah untuk beradaptasi. Jika seperti ini, saya mengembalikan semuanya kepada teman-teman relawan. Tidak ada paksaan bagi teman-teman, namun kami juga mesti memikirkan kelangsungan pendampingan teman-teman kepada adik asuh. Jika sesekali datang, sesekali tidak, atau tidak sama sekali, hal ini bikin mereka bingung. Ujung-ujungnya bagaimana pendampingan setiap adik asuh akan optimal? Semoga teman-teman mampu menjawab pertanyaan ini masing-masing ya. Sekali lagi saya tidak menekan teman-teman, semua keputusan saya limpahkan kembali kepada teman-teman ^_^
Dalam gathering di Keiko dua minggu yang lalu juga kami menerima kabar baik. Maul, anggota kami yang baru bergabung memberikan fasilitas kepada komunitas yang masih kecil ini :’) Ya, warung ibu beliau yang tidak terpakai disulap menjadi sekretariat SIJ! Woow, that’s great, pikir saya. Dengan adanya sekre, kami tentu akan lebih produktif lagi mengadakan pertemuan, saling tukar pikiran, dan tentunya mewujudkan taman baca gratis bagi masyarakat di sekitar Jambi, bukan? Nah dalam dua minggu ini, relawan pun berbondong-bondong ke rumah maul untuk membereskan sekre tersebut, mulai dari mengangkat barang-barang ke luar warung, hingga memberikan sentuhan estetika untuk mempercantiknya. Kami juga menyampul buku dan mengorganisirnya agar terlihat baik. Terima kasih untuk Maul dan sekeluarga yang telah memberikan tempat bagi SIJ ya! Kayaknya nggak percaya deh orang yang baru masuk ke komunitas ini mau-maunya kasih tempat untuk kita. Terlebih lagi, saya dapat pelajaran baru dari Maul ini. Anak hebat dan tegar!
Setelah gathering yang dihadiri oleh 20 relawan tersebut, kami mulai masuk panti lagi. 10 Desember dan 17 Desember adalah dua hari dimana kami kembali mendampingi mereka sebagai kakak asuh. Banyak ide bergulir di komunitas ini, dari kegiatan lomba dalam peringatan Hari Ibu, diundang oleh radio Dira senin esok, membuat rencana per bulan dan target yang harus dicapai, mengorganisir taman baca, bikin pamflet, pendelegasian beberapa relawan untuk mengikuti forum nasional, inovasi pendampingan setiap minggu, dan lainnya mesti dipikirkan sebelum awal tahun tiba. Kami ingin agar SIJ kedepannya nggak hanya sekedar komunitas berlabel komunitas tanpa memberdayakan pemuda di dalamnya dan tanpa memberikan tujuan jelas bagi adik asuhnya. Makanya sejak saat ini, saya sedikit memotivasi teman-teman, bahwa SIJ bukan saja meminta tenaga dan pikiran kalian untuk menjadi relawan, namun membuat kalian mampu bekerja sama dengan baik, mampu berkomunikasi dengan semua relawan tanpa harus membuat gap, mampu berkontribusi terhadap ide yang ditelurkan, dan mampu menjadi pribadi yang solutif, serta mampu-mampu lainnya yang membuat mereka berlabel “Pemuda Plus”.

Relawan SIJ sebelum melakukan pendampingan kumupl dulu membentuk lingkaran :)
Menemukan SIJ seakan menemukan keluarga baru. Disini saya kadang bahagia, marah, kesal, bingung, tertawa, dan konyol. Kita sama-sama masih belajar, jadi tidak ada salahnya jika teman-teman memberikan saran bagi SIJ kan? Correct me if I’m wrong. Beritahu saya jika di dalam diri ini perlu diperbaiki. Yakinlah Indonesia masih punya stok pemuda yang banyak, yang hebat, dan nggak hanya memikirkan dirinya saja. Masih ada kaum dhuafa yang perlu uluran tangan kita. Dan itu kalian: Relawan SIJ! Saya percaya adik asuh kita itu suatu saat akan merasakan manfaat kehadiran kita yang berbulan-bulan di panti, mereka tidak akan lelah bermimpi jika kita terus memompa semangat mereka. Lama kelamaan mereka pun akan menyadari bahwa membaca dan menulis itu penting sekali bagi masa depan mereka. Guys, masa depan dimulai dari sekarang, jadi kalau bukan kita siapa lagi yang akan peduli dengan mereka? Mari menebar ilmu dan membuka cakrawala bersama, tanpa letih, tanpa ngeluh, dan tetap tersenyum! We can do it! Arigato gozaimasu ^_^

Hello universe, good night! Happy new year 2012! Today I had a lot of activities with my community Sahabat Ilmu Jambi and my family. We spent the day with happiness. I wish you are happy too guys ^_^ Ow ya,saya juga sedikit mo share soal resolusi saya tahun depan nih, dengan harapan resolusi itu bisa terwujud, amiiinnn..

Hari ini saya kembali datang ke Panti Asuhan Darul Aitam. Dimana di panti tersebut telah diadakan lomba dalam memperingati Hari Guru dan Hari Ibu. Lomba-lomba ini diadakan khusus di penghujung akhir tahun untuk anak-anak di dua panti, tambahan lagi Panti Asuhan Madinatul Aitam. Lomba yang diadakan antara lain lomba mewarnai, lomba baca puisi, serta lomba cipta dan baca puisi. Acara yang berlangsung dari pukul 14.00-17.00 ini sangat meriah dan membuat saya bahagia. Saya berharap lomba ini dapat menstimulus mereka untuk bisa menggapai cita-cita kedepannya, membuat mereka mau berkarya meski dalam lingkup kecil, dan menumbuhkan minat baca dan nulis perlahan-lahan. Acara ini juga nggak bakal berlangsung sukses tanpa partisipasi dan kerja sama semua relawan, sekaligus atas izin bapak dan ibu panti. Kami tadi juga disuguhi bakso dari ibu panti Darul Aitam, hmm enak deh :D
Ow ya saat setelah penyerahan hadiah tadi, ada anak asuh dari panti Madinatul Aitam menangis. Dia nangis karena nggak menang. Hehe, hal lumrah bagi anak kecil nih. Namun beberapa teman sempat kelabakan tadi membujuk si Udin untuk nggak nangis lagi. Ada yang kasih cokelat, ngomong dengan dia, hingga ngelucu. Untungnya dia mau baikan kembali. Lain lagi halnya dengan Syifa atau biasa dipanggil Neng. Anak ini terlihat anteng ketika namanya nggak disebut maju ke depan, tapi pas saya pamit pulang tadi ibu panti bilang ke saya kalau Syifa protes kepadanya kalau dia nggak menang. Hehe, anak yang lucu. Untungnya tadi Syifa nggak nangis ya? Well, terima kasih banyak pokoknya bagi semua relawan, adik asuh, dan pengurus panti, telah berbagi keceriaan di penghujung tahun ini. I’m so happy with you all guys :’)
Next seperti biasa, ritual malam tahun baru dihabiskan dengan keluarga saya. Tadi selepas maghrib saya sekeluarga jalan-jalan keluar rumah. Sekedar menikmati suasana malam tahun baru barang sejenak. Sempat pula mampir ke Kedai Ombay untuk makan. Kami disana teringat adik yang kuliah di Bogor, yang nggak bisa ikut kumpul dengan kami. Teringat pula akan beberapa masyarakat yang mungkin tidak dapat menikmati keceriaan malam tahun baru. Bahagia rasanya ketika hal itu bisa jadi bahan diskusi dengan mama, papa, sadi, setidaknya mereka bisa membuka rasa empati kepada kami untuk bisa berempati pula terhadap orang lain. That’s my family guys. Mungkin mereka sibuk dengan aktivitas luar, tapi pelajaran yang diberikan selalu saja bikin saya bersyukur bahwa saya sangat bahagia berada dalam keluarga ini. Nggak lama kemudian, kami pun pulang ke rumah. Sambil menunggu pukul 00.00 menunjukkan waktu baru, 1 Januari 2012, kami istirahat, sebelum menunaikan sholat tahajud. Kini saya mau share dulu mengenai resolusi 2012 yang ingin saya penuhi. Ada beberapa resolusi yang masih sama seperti tahun 2011, karena resolusi itu masih belum terwujud. Yang pasti saya akan terus berusaha dan berdoa agar resolusi 2012 dikabulkan oleh Allah Swt, aminnn..
Sebenarnya banyak yang setuju dan nggak setuju dengan resolusi. Saya termasuk dalam ruang setuju dengan adanya resolusi. Kenapa? Karena dengan ini hidup saya lebih tertuju ke arah yang jelas. Saya jadi tahu apa saja yang mesti saya capai. Saya bukan orang ambisius, tapi ini membuat saya mengerti bahwa apapun yang saya sukai dan inginkan setidaknya ada jejak memori yang mampu dikenang. Maka dari itu lah ada beberapa hal yang menurut saya ingin dituntaskan pada 2012 esok. Saya nggak tahu ini banyak atau nggak, yang pasti yang saya tuliskan ini adalah resolusi yang saya ingat beberapa hari terakhir. Semoga resolusi 2012 ini membuat saya yakin bahwa mimpi sekecil apapun akan terwujud. Man jadda wajada. Man shabara zafira.
  1. Lulus kuliah -> Hampir 10 semester saya tuntaskan untuk memenuhi panggilan skripsi untuk menyelesaikan kuliah. Saya bukan tipe pelambat atau pecepat. Saya itu slow but sure. Saya tergolong orang yang stick to the rule bahwa saya ingin begini begitu. Namun apa daya yang saya inginkan nggak berjalan mulus. Saya sampai saat ini masih menyelesaikan skripsi. Insyaallah Januari saya seminar, doakan saja April atau September atau bulan berikutnya saya bisa pake toga, hehe.. Lulus kuliah tahun 2012 itu menurut saya HARUS! J
  2. Belajar ke luar negeri -> Kalo ini seolah nggak pernah lepas dari resolusi yang saya sematkan pada setiap doa. Nggak henti-hentinya saya berharap kepada Allah Swt untuk bisa diberi kesempatan belajar ke luar negeri. Entah itu belajar yang terkait pendidikan, lingkungan, jurnalistik, atau pertukaran budaya Indonesia, saya ingin sekali menginjakkan kaki di negeri luar. I wish I can reach it in 2012. Doakan ya aplikasi SUSI New Media on Journalism bisa kasih hasil terbaik. Tapi kalau belum rezeki, saya akan terus mencoba kok, hehe.
  3. Ikut Indonesia Mengajar -> Passion saya di bidang pendidikan mengantarkan diri ini untuk bercita-cita menjadi guru. Senang sekali kalo saya dipanggil Ibu Guru, rasanya adem sekali gitu. Indonesia Mengajar ini merupakan gerakan yang menempatkan lulusan terbaik universitas se-Indonesia di daerah terpencil di Indonesia untuk mengajar dan mendidik, serta menginspirasi anak-anak disana. Saya pengin banget jadi bagian dari gerakan ini, amin.
  4. Belajar alat musik Jambi -> Penginnya dari dulu saya belajar alat musik Jambi. Kenapa? Karena bahkan sampai saat ini saya nggak bisa main gitar! *frustasi*Saya berpikir bahwa percuma saya nanti belajar alat musik modern tapi nggak mengenal alat musik tradisional Jambi sendiri. Lagipula dari dulu pengin banget minta diajarin ama bapak di TBJ untuk bermain alat musik Kulintang Kayu, tapi nggak jadi mulu. Semoga tahun depan ada kesempatan ya untuk mengenal budaya Jambi.
  5. Keliling tempat wisata di Jambi & Jawa -> Sebelum melancong ke kota lain, ada baiknya saya bisa menginjakkan kaki di Pulau Berhala, Suku Anak Dalam, Geo Park Merangin, dan lainnya. Impian saya ke tempat pariwisata di Jambi itu bagaikan suatu kewajiban. Miris rasanya kalau ada keluarga atau teman yang bertandang ke Jambi, saya nggak tahu tempat wisata disini kan? Nah setelah itu, saya mau keliling Semarang, Jogja, dan Surabaya. Kalau bisa sih dilanjutkan dengan provinsi lain, hehe. Senang rasanya mengeksplor dan mengenal setiap jengkal Indonesia, kekayaan alam, kesenian budaya, dan ramah tamah masyarakatnya nggak tergantikan dengan apapun deh! Saya berinisiatif jalan-jalan ketika selesai wisuda, amin ya..
  6. Menyebarkan virus Sahabat Ilmu Jambi -> Semakin banyaknya relawan yang tergabung dalam komunitas ini, membuat saya semakin bersemangat menjalankan komunitas Sahabat Ilmu Jambi. Selain itu dukungan dari berbagai pihak membuat saya percaya bahwa anak muda punya andil besar terhadap perubahan nyata di daerahnya. Jadi saya ingin menyebarkan virus Sahabat Ilmu Jambi bagi semua relawan dan adik asuh, serta menggaet relawan lebih banyak lagi untuk menuntaskan visi dan misi SIJ, meningkatkan minat baca dan nulis anak kurang beruntung. Semoga juga SIJ makin solid, kompak, dan bersemangat.
  7. Lebih tepat waktu dan lebih memahami orang lain -> Adalah hal sulit bagi saya untuk tepat setepat-tepatnya waktu. Saya harus menyadari sebelum meminta orang lain untuk tepat waktu, saya terlebih dahulu memberi contoh. Ya, resolusi untuk tepat waktu saat berjanji adalah yang ingin saya capai. Saya nggak mau orang ngomel-ngomel kala saya telat. Di sisi lain saya ingin memahami pendapat dan karakter orang lain agar saya bisa menyelaraskan kehidupan dengan mereka. Kalau saya tidak memahami mereka, bagaimana mereka mau memahami saya? Toh kalau saya sudah memahami mereka namun mereka tidak memahami saya, apa boleh buat? Yang penting saya sudah melakukannya kan?
  8. Membahagiakan orang yang saya sayangi -> Keluarga, kerabat, dan semua orang yang ada disekeliling saya, saya berusaha untuk menyayangi mereka dan tidak mengecewakan mereka. Saya berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih menarik, nggak gampang emosi, suka senyum, nggak ribet, dan mengerjakan sesuatu berdasarkan apa yang saya sayangi. Saya juga ingin apa yang saya lakukan berguna bagi orang banyak. Saya ingin membuat keluarga dan kerabat bahagia di dekat saya, dan saya membanggakan mereka.
  9. Terakhir, bukan saya menomorakhirkan Dia. Saya ingin lebih dekat dengan Allah Swt. Ya saya sering alfa sebagai hambaNya, maka saya pun ingin mengubah diri ini lebih baik dan lebih dekat dengan Allah Swt. Saya tahu umur akan terus berkurang, hidup saya pun suatu saat akan dicabut jika Allah swt menghendakinya. So that, saya ingin lebih baik di mataNya di 2012 nanti. Jadikan saya hambaMu yang bersyukur, yang selalu mengikuti perintahMu, dan mengikuti jalan lurusMu, serta melakukan hal-hal positif berdasarkan Allah Swt. Tanpa ridhoNya, saya nggak mungkin bisa bernafas hingga sekarang. Jadi, semoga Allah swt selalu melindungi saya dimanapun berada, amin.

Anyway, segitu saja dulu cerita saya hari ini. Komplit banget kan? Hehe.. Mulai dari kegiatan bareng Sahabat Ilmu Jambi, keluarga tercinta, hingga resolusi 2012. Saya berharap resolusi ini nggak sekedar resolusi saja. Saya ingin berusaha dan berdoa untuk mewujudkannya menjadi nyata. Semoga Allah swt juga mengizinkan semua yang saya resolusikan tercapai pada 2012 nanti ya, amin.. Terima kasih atas kenangannya 2011, selamat tahun baru 2012. I’m ready to enter new life ^_^

Relawan Sahabat Ilmu Jambi dan adik asuh di Panti Darul Aitam sewaktu mengadakan lomba tadi :)

Kata Ibu Tri Mumpuni, sesuatu hal jika dikerjakan dengan konsisten, fokus, dan amanah, maka menghasilkan perubahan positif. And I believe what she says! Sama seperti apa yang telah teman-teman relawan lakukan di komunitas sosial Sahabat Ilmu Jambi, kegiatan pendampingan di panti asuhan yang bermula dari hal-hal kecil tersebut suatu saat akan mengalami peningkatan yang lebih baik, asalkan semua relawan dan adik asuh konsisten, fokus, dan amanah. Now, I wanna tell about Sahabat Ilmu jambi.
SIJ, satu hal yang dulu terpikir di benak saya untuk membuat komunitas dengan background pendidikan. Namun di sisi lain, saya takut nggak punya teman dan nggak dapat dukungan dari banyak orang. Hingga akhirnya setelah balik dari KKN di Desa Muaro Jambi, keinginan untuk membuat komunitas yang bergerak nyata di Jambi tidak bisa ditolerir lagi. Kemudian saya menyampaikan keinginan tersebut kepada kak Meila. Kami pun sepakat untuk mendirikan SIJ, nggak peduli apa bakal banyak orang yang mendukung atau malah mencemooh. The most important is, let’s start!
Terbentuk pada 5 Agustus 2011 di Unja Telanai, saya dan beberapa orang teman kala itu menyepakati keberadaan SIJ di Jambi. Kami ingin berbuat sesuatu yang buka sekedar wacana. Dengan keinginan tulus tanpa niat apapun, membuat anak-anak kurang beruntung bisa mendapatkan ilmu gratis dan cakrawala hidup bertambah. Menjelang 7 bulan kehadiran SIJ di Jambi, kami memang masih kecil. Pendampingan di panti asuhan pun perlahan-lahan ada kemajuan, sejak pertama kali pada tahun lalu kami masuk ke panti hingga melakukan pendampingan setiap minggunya, anak-anak sudah mulai dididik dan diajak hobi membaca dan menulis.
Sabtu kemarin, 25 Februari, kami mengadakan gathering kedua di Kedai Kopi (terima kasih mas Rahmad atas peminjaman tempatnya :D ). Gathering kedua merupakan tempat kami berkumpul dan mengevaluasi pendampingan selama tiga bulan terakhir (Desember-Januari-Februari). Hasil pemantauan saya terhadap perkembangan minat membaca dan menulis dari relawan yang menjadi kakak asuh adalah kami masih perlu meningkatkan tujuan menjadi 60% untuk melengkapi 100% tercapainya tujuan di dua panti yang kami bina.
Yup, semua butuh proses, saya percaya relawan sudah berusaha semampu mereka untuk mengenal adik asuh, mengetahui kecerdasan, meningkatkan minat membaca dan menulis, menambah ilmu pengetahuan mereka, memotivasi mereka untuk belajar lebih rajin, dan lainnya. Tentu saja apa yang kami lakukan tidak terlepas dari pribadi sang adik, saya berharap adik asuh di dua panti tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan berbagi ilmu yang kami berikan. Sesuai harapan saya dan teman-teman, meski mereka berasal dari kategori kurang beruntung, tentunya kehadiran SIJ dapat memotivasi mereka untuk mendapat ilmu lebih baik!
Btw, gathering di Keiko kemarin juga memberikan pelatihan kerelawanan dan program pendampingan adik asuh. Teman-teman sangat antusias mengajukan pertanyaan dan berdiskusi bersama-sama. Ini yang bikin saya semangat! Ternyata saya nggak sendirian, saya memiliki banyak teman-teman yang konsisten, fokus, dan amanah dalam menjalankan kewajiban sebagai warga negara: MENCERDASKAN ANAK BANGSA. Senang sekali rasanya jika kami bisa berkolaborasi dan memiliki visi misi yang sama. Saya yakin perjuangan ini nggak berhenti sampai disini saja. Ia akan berkelanjutan, SIJ akan terus ada, hingga semua anak-anak Jambi hobi membaca dan menulis ^_^
Guys, kami percaya SIJ nggak akan bisa berjalan tanpa dukungan dan kerjasama orang lain. So that, kami membutuhkan beberapa relawan untuk menjalankan visi misi di kedua panti asuhan. Nah, buat kalian yang tertarik menjadi relawan sekaligus kakak asuh untuk meningkatkan minat baca dan nulis mereka, so join us! What you have to do is peduli, berkomitmen dalam pendampingan sabtu sore jam 3-5, bisa diajak kerja sama, menyukai anak-anak, dan memiliki passion di bidang pendidikan, serta hobi membaca dan menulis. Interested to be part of our volunteer? Kebetulan banget nih, kita lagi mengadakan perekrutan relawan hingga kamis besok! So, send your curriculum vitae, riwayat organisasi dulu dan sekarang, serta alasan mengapa ingin bergabung menjadi relawan SIJ ke email: sahabatilmujambi@gmail.com.
Yang perlu kalian ketahui adalah kita tidak memberikan uang atas kebaikan dan jiwa sosial kalian dalam mentransferkan ilmu, but we give a place to contribute yourself in improving their anthusiasm on reading and writing, and sharing knowledge for Jambi kids. Untuk info lebih lanjut, bisa hubungi saya ya ^_^ Yuk menebar ilmu dan membuka cakrawala!
(NB: Para relawan yang telah lolos seleksi menjadi kakak asuh nantinya akan mendapatkan pelatihan setiap bulan, mendapatkan sertifikat untuk setiap periode yang telah disepakati, berkesempatan menjadi Volunteer of the Month, dan mendapatkan pahala atas kebaikan yang telah dijalankan, hehe)

Kesan Pertama Begitu "Menggoda" Selanjutnya. . . .

sebenarnya telat sih buat publish tulisan aku yang satu ini,
seharusnya kemarin, soalnya kejadiannya emang kemarin hari sabtu tanggal 3 maret 2012,
tapi gak apa la telat dikit, hehe

kemarin itu hari pertama aku belajar buat dampingi adik asuh di panti asuhan DARUL AITAM kalau gak salah :)
aku dampingi mereka bareng relawan-relawan yang tergabung di organisasi SAHABAT ILMU JAMBI,
dan kebetulan aku dapat jatah dampingi dua bocah yang duduk di kelas 5SD,
aku dampingi mereka bareng ULLI yang udah lebih dulu bergabung di SAHABAT ILMU JAMBI dan mendampingi adik-adik asuh ini,
tapi kemarin siULLInya lagi keluar kota, terpaksa aku pun dampingi adik asuh sendirian -__-

dan ternyata aku mendapat dua adik asuh yang memiliki sifat yang saling bertolak belakang,
siLUTFI, bocah yang mempunyai cita-cita ingin menjadi TNI-AD ini saya nilai sebagai anak yang cerdas, aktif, rasa keingin-tahuan yang tinggi, dan gampang membaur serta penurut.
siMARIO, bocah yang satu ini mempunyai cita-cita menjadi PEMBALAP, dan yang satu ini aku nilai sebagai anak yang cuek, acuh tak acuh, masa bodoh, dan sukar untuk membaur, apa lagi orang baru yang dia kenal seperti aku ini.
siMARIO cukup menyulitkan ku di pengalaman pertama ini,
awalnya sih dia antusias buat nyeritain cita-citanya, tapi saat masuk ke materi yang kebetulan saat itu tentang PELANGI dan BINTANG, dia langsung berubah jadi cuek dan acuh tak acuh,
saya coba buat cari jalan tengah dengan nanyain pada dia sebenarnya dia mau lakuin apa saat itu dan dia pun tetap dangan gaya cuek memalingkan mukanya dari aku, sumpah makan hati, ahahaha
beruntungnya siLUTFI bisa redakan nya dengan sifat dia yang penurut,
jadi awalnya dia aku suruh buat ceritain apa yang dia tau tentang PELANGI dan BINTANG,
dia lumayan banyak tau tentang warna dan terjadinya pelangi, hingga dia tau cara membuat pelangi buatan dengan menggunakan kertas HVS, sebaskom air dan kaca.
setelah itu dia aku suruh untuk buat satu gambar pelangi dengan menuliskan warnanya, dan satu gambar pelangi beserta pemandangannya dan buat satu rangkuman dari dongeng yang aku ceritain ke dia,
dan hasilnya di luar bayangan aku sendiri, dan aku berfikir bahwa bocah satu ini bakal jadi anak yang luar biasa dengan pola pikirnya sendiri :)
nih hasil rangkuman dia :
 nih gambar pelanginya :
nih gambar pemandangan pelanginya, langsung di gantung dia di dinding lho :)

dan siMARIO nya gak tau ngilangnya kemana, di ajakin gabung bareng aku dan siLUTFI dia malah kabur,
tapi ya sudahlah, sabtu depang insyaAllah aku bakal cari cara lain buat dampingi bocah cuek alias siMARIO..

nih gambar siLUTFI adik asuh baru aku dengan hasilnya kemarin :)

nih gambar relawan SIJ bareng adik asuh lainnya :

nih gambar ARI adik asuh MOEL yang dititipkan ke aku, lagi nyoba niru gambar pemandangan pelangi yang udah di buat siLUTFI :

yaaah, demikian cerita pengalaman pertama aku dampingi adik-adik asuh bareng SAHABAT ILMU JAMBI :)
dan pesannya adalah :
"TIDAK AKAN ADA PERUBAHAN TANPA DILAKUKANNYA TINDAKAN"
"HIDUP KITA AKAN SANGAT SEMPURNA JIKA KITA TELAH DAPAT MENYEMPURNAKAN HIDUP ORANG LAIN"

Author Name

{picture#https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMwaZqMXcYWrJhR95XjqxhrPUUYAhLD0YLanRuZ2FOabSGs2wUjYhVKIynZO0wghW6CHPZMcYtdkGYaIfwFniEvADn4oibR38sK8il2Xo2CiPxTq0IUBnjc0mTq9wHwrgXpnZb_40ebkI/s1600/SIJ+Logo.png} Sahabat Ilmu Jambi Menebar Ilmu Membuka Cakrawala {facebook#https://www.facebook.com/sahabatilmujambi} {twitter#https://twitter.com/sahabatilmujbi} {google#https://plus.google.com/+RikkySuryadi} {youtube#https://www.youtube.com/watch?v=CNkT08BrWk8} {instagram#https://www.instagram.com/sahabatilmujbi}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.